<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015</id><updated>2011-12-03T09:06:54.836-08:00</updated><title type='text'>aTmaulana</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-4164001508397523332</id><published>2011-12-03T09:05:00.000-08:00</published><updated>2011-12-03T09:06:54.849-08:00</updated><title type='text'>Hijrah – Hakikat Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;                                 &lt;img src="http://www.belajarislam.com/wp-content/uploads/2011/11/250px-Sunset_2007-1.jpg" class="alignleft post_thumbnail wp-post-image" alt="250px-Sunset_2007-1" title="250px-Sunset_2007-1" height="177" width="250" /&gt;        &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh Ustadz Alfi Syahar, Lc. MA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1&gt;الذين ءامنوا وهاجروا وجاهدوا في سبيل الله بأموالهم وأنفسهم أعظم درجة عند الله , وأولئك هم الفائزون&lt;/h1&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“ Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah  dengan harta dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi  Allah ; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”&lt;/em&gt; [QS. At-Taubah : 20].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Muqaddimah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al qur’an tidak kurang dari 31 kata yang berasal  dari kata Hajara  atau Hijrah. Dari jumlah itu tidak kurang dari 6 ayat yang menyebutkan   kata Hajaruu (orang-orang yang berhijrah) bergandengan dengan kata  Aamanuu (orang-orang yang beriman) dan  Jahaduu (orang-orang yang  berjihad). Ayat yang dikutip diatas adalah salah satunya. Belum lagi  kata Hajaruu diiringi dengan kata Fillah (karena Allah) atau Fi  Sabiilillah (di jalan Allah). Ini berarti betapa erat kaitan hijrah  dengan iman. Hijrah sama sekali berbeda dengan Migrasi, hijrah adalah  terminologi khas Islam yang landasanya iman kepada Allah. Jadi hijrah  menjadi tolok ukur keimanan seseorang. Orang yang benar-benar beriman  tentu tidak akan merasa berat  melakukan hijrah. Sebaliknya, orang yang  tidak melakukan hijrah menunjukan lemah atau tidak sempurna imannya.  Yang menjadi persoalan sekarang adalah apa hakikat hijrah yang menjadi   tolok ukur keimanan tersebut ?? dan bagaimana mengaplikasikannya dalam  kehidupan kita sebagai seorang Muslim ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijrah Makaniyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa hijrah berarti At-Tarku yang artinya meninggalkan, baik  meninggalkan tempat maupun meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Dalam  syari’at islam hijrah diartikan meninggalkan negeri kafir menuju negeri  Islam karena takut fitnah. Fitnah disini maksudnya adalah bahaya yang  dapat mengancam fisik dan keimanan seorang muslim, baik secara pribadi  maupun secara kelompok. Dalam siroh Nabi atau sejarah kehidupan  Rasulullah, kita kenal ada dua macam hijrah ; Pertama, hijrah ke  Habasyah dan kedua hijrah ke Madinah. Hijrah ke Habasyah bertujuan  sebagai perlindungan, artinya orang-orang yang melakukan Hijrah pada  umumnya orang-orang yang lemah yang patut mendapatkan perlindungan,  sementara orang-orang kuat justru dilarang ikut berhijrah. Oleh sebab  itu, hijrah ini bersifat sementara. Sedangkan hijrah ke Madinah  bertujuan untuk melakukan mobilisasi umat dalam rangka meletakkan basis  kekuatan dan menegakkan daulah. Berbeda dengan hijrah ke Habasyah yang  pada umumnya dilakukan oleh orang-orang lemah, hijrah ke Madinah ini  justru dilakukan oleh orang-orang kuat. Oleh sebab itu, hijrah ke  Madinah merupakan suatu keharusan bagi setiap mukmin. Hanya orang lemah,  anak-anak, wanita dan orang-orang tua diizinkan  untuk tidak berhijrah,  sebagaimana firman Allah [QS.An-Nisa’ : 97-98]. Baik Hijrah ke Habasyah  maupun hijrah ke Madinah dalam terminologi Islam disebut hijrah  makaniyah (hijrah tempat).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam aplikasinya sekarang hijrah makaniyah ini tidaklah mutlak harus  dilakukan , karena hijrah makaniyah dalam bentuk pertama bisa dilakukan  manakala negeri yang kita diami sudah sangat tidak aman sekali yang  dapat mengancam keselamatan jiwa setiap mukmin, sehingga jangankan  melaksanakan ibadah kepada Allah secara maksimal, secara minimal pun  sulit dilaksanakan. Disamping itu harus ada negeri yang bisa memberi  jaminan keamanan. Sedangkan Hijrah makaniyah dalam bentuk kedua  sebagaimana telah dijelaskan , tujuannya adalah untuk meletakkan basis  kekuatan Islam. Kalau tujuan ini dapat dicapai tanpa hijrah. Maka tidak  diperlukan lagi hijrah. Bukankah Rasulullah sebelum hijrah ke Madinah  terlebih dahulu mencari tempat-tempat yang bisa dijadikan basis kekuatan  sehingga Islam bisa ditegakkan, mulai dari Mekkah itu sendiri, Thaif  dan suku-suku sekitar mekkah ? bahakan hijrahnya sebagian sahabat ke  Habasyah pun menurut sebagian ulama tidak terlepas dari tujuan ini,  bukan semata-mata sebagai perlindungan. Kemudian pada akhirnya  Rasulullah mendapatkan Yatsrib (yang kemudian dinamakan Madinah)  dipandang lain untuk dijadikan basis kekuatan dan tegaknya agama islam  setelah sejumlah penduduknya meyatakan masuk islam serta siap membela  islam dan Rasulullah,baru Beliau dan para Sahabatnya  berhijrah. Jadi  yang dituntut terhadap umat Islam sekarang ini adalah menyiapkan  terwujudnya basis kekuatan Islam, baik di Negeri sendiri ataupun di  negeri orang lain. Inilah sebetulnya substansi sekaligus aplikasi hijrah  makaniyah yang merupakan tuntutan Iman. Dengan demikian umat islam bisa  keluar secara total dari dominasi pengabdian terhadap manusia menuju  pengabdian hanya kepada Allah dengan mengaplikasikan sistem Islam  dalam  semua aspek kehidupan. Atau dengan kata lain terbebas dari ‘Ubudiyah  (pengabdian atau penghambaan) terhadap syaitan menuju pengabdian atau  penghambaan hanya kepada Allah. Syaitan bisa berbentuk Jin dan bisa  berbentuk manusia dengan segala manifestasinya. Firman Allah : &lt;em&gt;“Bukankah  Aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak  mengabdi kepada syaitan ? sesungguhnya syaitan itu musuh nyata bagimu.  Dan hendaklah kamu mengabdi kepada-Ku. Inilah jalan yang lurus”.&lt;/em&gt; [QS. Yaasin : 60-61].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Firman Allah yang lain : &lt;em&gt;“Katakanlah hai Ahli Kitab, marilah  (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan  antara kami dan kamu, bahwa kita tidak mengabdi kecuali kepada Allah  dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun  dan tidak (pula)  sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.”&lt;/em&gt; [QS. Ali Imran : 64].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hijrah Maknawiyah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain pengertian diatas, dalam terminology Islam, Hijrah juga  mempunyai  arti meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah. Dalam  hal ini Rasulullah bersabda : &lt;em&gt;“Orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah”&lt;/em&gt;. [HR. Bukhari dan Muslim].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meninggalkan segala bentuk yang dilarang Allah kalau dijabarkan ,bisa  berarti perpindahan seorang muslim dari kufur kepada iman, dari syirik  kepada Tauhid, dari Nifaq kepada Istiqomah, dari maksiat kepada taat,  dari haram kepada halal. Atau dengan singkat perpindahan total seorang  muslim dari kehidupan yang serba jahili menuju kehidupan yang serba  Islami. Hijrah dalam pengertian ini disebut Hijrah maknawiyah (hijrah  mental) atau bisa juga disebut Hijrah Qalbiyah (hijrah hati). Hijrah  maknawiyah bersifat mutlak, dan kemutlakan berlaku bagi setiap muslim.  Artinya setiap muslim mesti melakukan hijrah maknawiyah ini. Karena  menjadi pribadi muslim yang kaffah atau seorang yang hanya mengabdi  kepada Allah secara totalitas harus didahului dengan hijrah ini. Hijrah  ini mulai awal terangkatnya kehidupan manusia dari kegelapan menuju  cahaya islam, terbebaskannya manusia dengan melakukan hijrah maknawiyah,  tuntutan Allah kepada Umat Islam agar bisa keluar secara total dari  dominasi pengabdian terhadap syaitan dengan segala bentuk dan  manifestasinya menuju pengabdian hanya kepada Allah seperti di jelaskan  diatas, akan segala terpenuhi. Dalam kondisi sekarang ini, dimana kita  hidup dilingkungan  masyarakat yang pola kehidupannya banyak yang jauh  dari nilai-nilai Islam, hijrah maknawiyah merupakan suatu keharusan.  Dengan demikian walaupun secara fisik seorang tetap berada  dilingkungannya, namun secara maknawi dia meninggalkan seluruh pola  kehidupan lingkungannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengertian ini yang dikenal dengan istilah &lt;em&gt;“ Yakhtalithuun walaakin yatamayyazuun”&lt;/em&gt;  (bercampur tapi tetap berbeda), ia tetap dalam kepribadian muslimnya,  tanpa harus larut dalam nilai-nilai sekelilingnya. Inilah yang  dipesankan Rasulullah : &lt;em&gt;“Janganlah kamu menjadi orang yang mengekor  (selalu mengikuti orang lain). Kamu mengatakan : Jika mereka berbuat  baik, kami pun berbuat baik ; dan jika mereka berbuat dzalim, kami pun  berbuat dzalim. Tapi perkokohlah dirimu ; jika orang-orang berbuat baik,  hendaknya kamu berbuat baik, tetapi jika mereka berbuat jahat,  janganlah kamu berbuat dzalim”.&lt;/em&gt; [HR.Tirmidzi]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau hijrah dalam pengertian ini menjadi keharusan bagi setiap  Muslim secara umum, bagi seorang da’i sudah barang tentu lebih  ditekankan lagi, karena seorang da’i sebagai panutan umat. Diatas  pundaknyalah pertama kali tanggung jawab da’wah dipikulkan. Kalau  kehidupan seorang da’i tidak ada bedanya dengan kehidupan masyarakat  secara umum yang cenderung bebas nilai, siapa lagi yang diharapkan bisa  memperbaiki keadaan masyarakat yang sudah rusak ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan diatas, menjadi jelas bagi kita bahwa hakikat hijrah  baik makaniyah maupun maknawiyah itu sebenarnya adalah komitmen pada  ketentuan Allah dengan meninggalkan segala bentuk sikap dan perilaku  yang tidak menunujukan ketaatan kepada Allah. Dalam hal ini Rasulullah  bersabda : &lt;em&gt;“Apabila engkau mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka engkau orang yang berhijrah”.&lt;/em&gt; [HR.Ahmad dan Bazzar].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Apabila engkau meninggalkan perbuatan keji, baik yang nyata  maupun yang tersembunyi, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka  engkau orang yang berhijrah”.&lt;/em&gt; [HR. Ahmad dan Bazzar].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena hakikat hijrah adalah melaksanakan perintah Allah dengan  meninggalkan kemalasan dan kedurhakaan kepada-Nya serta meninggalkan  larangan-larangan-Nya dengan meninggalkan segala bentuk kesukaan atau  kecintaan kita kepada kemaksiatan, maka hijrah itu harus kita lakukan  sepanjang perjalanan hidup kita sebagai muslim, kesemuanya ini tentu  saja menuntut kesungguhan (jihad). Karena itu, iman, hijrah dan jihad  merupakan kunci bagi manusia untuk meraih derajat yang tinggi dan  kemenangan dalam melawan musuh-musuh kebenaran. Allah berfirman : &lt;em&gt;“Orang-orang  yang beriman , berhijrah dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan  diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah; dan itulah  orang-orang yang mendapatkan kemenangan”.&lt;/em&gt; [QS.At Taubah : 20].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallauhu’alam&lt;/p&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-4164001508397523332?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/4164001508397523332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/12/hijrah-hakikat-dan-aplikasinya-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4164001508397523332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4164001508397523332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/12/hijrah-hakikat-dan-aplikasinya-dalam.html' title='Hijrah – Hakikat Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Seorang Muslim'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-5554991318004638388</id><published>2011-10-29T08:29:00.001-07:00</published><updated>2011-12-03T09:04:20.480-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;ISLAMIC CENTRE MERAPI / MUSHOLA MAULANA&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;Sekretariat :Shelter Gondang I, Cangkringan, Sleman DIY&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cp : 0274967005 / 082134191831 / 089671526091 Email : atmaulana@gmail.com / moekayat@yahoo.com / atmaulana.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yth Ikhwan/ Akhwat Fillah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapak/Ibu Para Dermawan/Mukhsinin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tempat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segala  puji bagi Alloh Ta’ala yang telah menciptakan, menguasai dan mengatur  suasana keadaan di seluruh alam semesta. Sholawat dan salam, kita  tujukan kepada Nabi Muhammad Sholallohu’alaihiwasallam, Rosul terakhir  yang diutus di muka bumi untuk mendakwahkan agama Alloh, mengajak  manusia dari kegelapan menuju cahaya serta menjadi rahmat bagi seluruh  alam. Juga rahmat Allah semoga terlimpahkan pada para pengikut-Nya yang   Setia..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahai Saudaraku semua,....kita semua ingin Hidup ini Bahagia dan selamat di dunia dan akhirat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  yang telah mendapatkan ini semua adalah orang yang berada di jalan yang  lurus, mendapatkan nikmat dan ridho Allah. Mereka itu ialah para Nabi,  Rosul, Shodiqin, Syuhada dan Sholihin. Karena mereka ketika hidup dan  matinya dalam rangka berjuang mengorbankan diri, waktu, ilmu dan harta  di jalan Alloh. Maka dari itu, saya sendiri juga mengajak saudara semuanya untuk mengikuti jalannya orang yang sukses dunia dan akhirat. dengan cara dakwah dan amar ma'ruf nahi munkar, dengan mengikuti petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah serta ittiba' mencontoh para salafusshalih. Alhamdulillah selama ini ketika ada bencana yang dicobakan Alloh di muka bimi indonesia kami diberikan kemudahan untuk ikut mendatangi, menanggulangi bencana yang akan terjadi dengan dakwah. misal ketika pasca tsunami, gempa bumi, tanah longsor, banjir dan beragai bencana yang pernah terjadi kami membantu ruhani para koran. maka dari itu kami mengajak kerjasama saudaraku semua untuk ikut mensyiarkan islam di lereng merapi yang sudah ± 1 tahun yang lalu menjadi korban erupsi merapi dan meninggalkan kampung halamannya sampai saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;setelah ikut membantu mengurusi mayat-mayat korban bencana merapi, korban erupsi (tanggal 25 Oktober 2010), kami berdakwah dan ikut mendistribusikan bantuan - bantuan ke beberapa wilayah lereng merapi dan juga ikut lari, berpindah pindah ke berbagai tempat untuk mencari tempat aman bersama ribuan pengungsi karena untuk menghindari semburan lahar dan awan panas, akhirnya kami sampai di barak pengungsian stadion maguwoharjo, Depok, Sleman, sejak itulah kami membuat islamic/muslim center merapi yang diantara kegiatan dakwahnya berupa pengadaan musholla darurat untuk shalat jumat dan 5 waktu sekaligus mengajak dan mengajari sholat para pengungsi, mengadakan kajian tiap hari (minimal 7 kali) yang bertemakan Tauhid, Fikih, akhlaq, bimbel, mengajar membaca Al-Qur'an / TPA untuk anak-anak dan orang tua, kajian waktunya setelah sholat 5 waktu terutama diwaktu ba'da maghrib sampai dengan isya, ba'da shubuh, dll yang pada awalnya pengisi khotbah jumat, pengisi kegiatan kami lakukan sendiri. karena sampai saat ini kami bergerak masih menjadi relawan mandiritidak atas nama/ organisasi manapun. saat ini dengan kegiatan tersebut kami berdomisili di shelter (hunian sementara) yang terbuat dari bambu dan suatu saat akan dipermanenkan oleh lsm atau pemerintah, maka dari itu untuk lebih mempermudah sarana prasarana dakwah dimasa pdepannya, kami ingin mendapatkan tanah sebagai wakaf/hibah yang menjadi basecamp da'i dan islamic center warga lereng merapi yang selama ini sudah ada dengan aktivitas program bantuan jasmani dan rohani dipengungsian sejak ± 1 tahun yang lalu. maka dari itu, dengan surat ini, kami menawarkan kerjasama untuk berinfaq, berwakaf, dan sodaqoh untuk kegiatan dakwah dan sosial dan untuk membebaskan tanah yang luasnya ± 800 m2, di dekat mushola shelter yang sedang ditawarkan Rp 50.000/m2.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;bila saudara berkenan dapat langsung saja mendatangi  kami warga Mushola Shelter Gondang I, blok jambu, Kepuharjo,  Cangkringan, DIY Atau bisa lewat rekening Bank Muamalat di nomor  rekening 5310217822 Atas nama Ahmad Tukiran Maulana atau lewat BCA KCU  Yokyakata Nomor rekening 0372053605 a/n Taufikana,,,&amp;amp; silahkan  konfirmasi ke Hp yang ada..Demikian yang dapat kami sampaikan  atas kerjasamanya, kami dan masyarakat lereng merapi mengucapkan terima  kasih atas bantuan jasmani dan rohani selama ini. Semoga Alloh  mempermudahkan segala urusan dan mendapatkan balasan yang terbaik di  dunia dan akhirat. Jazakumulloh khairan katsira.&lt;/p&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;Yogyakarta, 23 Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;Da’i Pembimbing&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; Rohani Merapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://1.bp.blogspot.com/-rPNKhE-_XDQ/TqwcF1bXFcI/AAAAAAAAAAU/QRUqBS7JYWU/s1600/001-fix.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 224px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rPNKhE-_XDQ/TqwcF1bXFcI/AAAAAAAAAAU/QRUqBS7JYWU/s320/001-fix.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668936917519373762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Tukiran Maulana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-M0I5O9RRzhc/Tqwc1CpBuiI/AAAAAAAAAAg/j8T6JheGwiA/s1600/002-fix.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 179px; height: 175px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-M0I5O9RRzhc/Tqwc1CpBuiI/AAAAAAAAAAg/j8T6JheGwiA/s320/002-fix.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5668937728520206882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:100%;" lang="IN" &gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;                                                                                                                                                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-5554991318004638388?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/5554991318004638388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/10/v-behaviorurldefaultvml-o.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5554991318004638388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5554991318004638388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/10/v-behaviorurldefaultvml-o.html' title=''/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rPNKhE-_XDQ/TqwcF1bXFcI/AAAAAAAAAAU/QRUqBS7JYWU/s72-c/001-fix.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-1881212243466490615</id><published>2011-09-15T08:02:00.000-07:00</published><updated>2011-09-15T08:04:20.604-07:00</updated><title type='text'>download-an terbaru</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;a href="http://upload.ugm.ac.id/96adzan-subuh-maulana(lagu-jawa).MP3" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 172); "&gt;http://upload.ugm.ac.id/96adzan-subuh-maulana(lagu-jawa).MP3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;a href="http://upload.ugm.ac.id/145kultum-subuh-masjid-maulana.MP3" style="text-decoration: none; color: rgb(0, 0, 172); "&gt;http://upload.ugm.ac.id/145kultum-subuh-masjid-maulana.MP3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-1881212243466490615?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/1881212243466490615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/09/download-terbaru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/1881212243466490615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/1881212243466490615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/09/download-terbaru.html' title='download-an terbaru'/><author><name>atmaulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09117399583475915691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3167419353473698604</id><published>2011-09-15T07:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-15T07:47:32.271-07:00</updated><title type='text'>untukmu saudaraku fillah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 14px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;ul class="uiList" style="list-style-type: none; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;li class="MessagingMessage heavySeparator uiListItem uiListLight uiListVerticalItemBorder" style="display: block; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-width: 1px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-color: rgb(170, 170, 170); border-right-color: rgb(233, 233, 233); border-bottom-color: rgb(233, 233, 233); border-left-color: rgb(233, 233, 233); "&gt;&lt;div class="clearfix main" style="zoom: 1; margin-top: 0px; margin-right: -15px; margin-bottom: 0px; margin-left: -15px; padding-top: 8px; padding-right: 15px; padding-bottom: 8px; padding-left: 15px; "&gt;&lt;div class="UIImageBlock clearfix" style="zoom: 1; "&gt;&lt;div class="UIImageBlock_Content UIImageBlock_SMALL_Content" style="display: table-cell; vertical-align: top; width: 10000px; "&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span title=""&gt;Ahmad Tukiran Maulana Da'i Keliling&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul class="uiList body contentListWidth" style="list-style-type: none; margin-top: 2px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;li class="uiListItem  uiListVerticalItemBorder" style="display: block; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; "&gt;&lt;div class="subject" style="margin-top: 4px; margin-right: 0px; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; width: 350px; "&gt;&lt;strong&gt;Untuk Saudariku Seagama Dimanapun Berada&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="content noh" id="0cc52beb4bd84717ba813c21cb874bf3" style="line-height: 14px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding-top: 2px; padding-right: 0px; padding-bottom: 1px; padding-left: 0px; width: 350px; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; display: inline; "&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿. ''UNTUK 'MU' SAUDARI 'KU' .✿• &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;br /&gt;(¯`v´¯)&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;♫" : UNTUK'MU' SAUDARIKU : "♫&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; `·.¸.·``(´'`v´'`)&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;ღ☆ღ,*ღ☆ღ*ღ☆ღ*ღ☆ღ*ღ☆ღ* &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; ...&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;...&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;`•.¸.•´... .¸.•´¸.•*&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .:|:. &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .:|:. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ:. &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .:|:. &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .:|:. ♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;♫•*¨* •.¸¸¸¸.•*¨*•♫&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;♫ Untuk Saudariku Yan...g Ku Cinta KeranaNya.. Saudari, Kalian adalah tulang rusuk yang hilang , Jika kalian dalam penantian , maka Jadikan penantian itu jalan menuju Keberkatan. Menanti bukan bererti berdiam diri , atau menunggu tanpa erti. ✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ Kalian adalah bidadari yang di cari. Sebelum pemilik tulang rusuk datang menjemput , Isilah masa penantianmu dengan Taqwa , Sabar , Doa , dan Tawakkal.Al-Haya’ (malu) yang menjadi perisai bagimu akan membuatmu segan untuk mengungkap perasaan. Cinta yang tak mampu kau ungkap.. Cinta yang hanya kau dakap dalam diam.. Kerana mungkin kau tak seberani KHADIJAH.. ✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ Izinkan saya berdialog dari hati ke hati. Saudariku, kamu mungkin jauh lebih paham tentang yang ingin saya sampaikan , Namun , tiada salahnya jika kita sama-sama mengimbasnya kembali , Atau setidaknya, menasihati diri saya sendiri .. ✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ Beberapa tips mengisi penantian dengan proses yang berkat untuk hasil yang berkat : ~☀ Sentiasa mendekatkan diri kepadaNya. Taqarub Illalah! Kerana Dialah Sang Pemilik Hati , Yang Menguasai Hati dan Maha Tahu Segala Isi Hati. ~☀ Persiapkan bekal kerana perjalanan itu jauh. Tholabul’ilmi never ending! ~☀ Percantik diri dengan mempercantik lahir dan batinmu. ~☀ Perbaiki diri kerana InsyaAllah di seberang sana dia pun sedang sibuk memperbaiki dirinya Yakinlah…!! Bahawa Wanita yang baik hanya untuk Lelaki yang baik pula… … ~☀ Saudara… Jaga hijabmu agar sentiasa terpelihara.. ~☀ Jaga Izzahmu kerana engkau adalah calon bidadari syurga. Buatlah syair , puisi , atau surat cinta untuk sang belahan jiwa. Curahkanlah segala perasaanmu selama dalam penantian, tentang cinta dan rindu.. meskipun saat ini kau tak tahu untuk siapa suratmu kau tujukan. Allah sedang merahsiakan… Tapi , yakinlah.. Sang Sutradara Kehidupan sudah mempersiapkan yang terbaik untukmu.. &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ Berikanlah surat itu apabila saat waktunya tiba.. Biarlah waktu yang bicara , kerana waktu tak pernah berdusta. InsyaAllah, virus Cinta yang mencoba merusak komputer hati kamu semua di masa penantian , akan terscan oleh anti virus Iman dan syiar Cinta untuk dinanti.. Dan InsyaAllah pula,, ta’aruf kedua , ketiga , keempat dan ta’aruf – ta’aruf berikutnya di mahligai rumah tangga , akan semakin berbunga dengan adanya syiar-syiar indah perekat Cinta… Jangan buat penantianmu sia-sia. Bersegera, namun jangan tergesa-gesa, &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ Sebelum ijab Qabul keluar dari Lisan ”Si Pemilik Cinta”‘ , hati-hatilah menempatkan perasaanmu, kerana boleh jadi, Cintamu Salah Kau Alamatkan..! &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ Bila yakin telah tiba , teguhkan didalam jiwa, Kesabaran menjadi bunga, Sementara waktu berlalu, Penantian tidak berakhir sia-sia… &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;.•*¨`*•✿✿ Saat Perjalanan adalah pencarian diri, Laksana Zulaikha menjalani hari, Sabar menanti Yusuf sang tambatan Hati, Di penantian Mencari diri, Bermohonkan ampunan, Di pertemukan ✿ ☀☀ SALAM UHIBBUKUM FILLAH ☀☀ ✿ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;✿✿•*¨`*•.&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •✿.¸.✿•´&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; .•*¨`*•✿✿ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; ✿•*¨`*•. (¯`v´¯) (¯`v´¯) .•*¨`*•✿ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; . . &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; ✿ •*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; . ❤¸¸¸✿ Amiin Ya Robbal' Alamiin ✿¸¸¸❤ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;✿•*¨`*•. (¯`v´¯) (¯`v´¯) .•*¨`*•✿ ✿ . . &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; ✿ •*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; . . &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; ✿ •*¨`*•.¸(¯`v´¯)¸.•´*¨`*•✿ &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; &lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt;…….…………...&lt;img class="emote_img" src="http://static.ak.fbcdn.net/images/blank.gif" alt="♥" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; height: 16px; vertical-align: top; width: 16px; background-image: url(http://static.ak.fbcdn.net/rsrc.php/v1/yM/r/WlL6q4xDPOA.png); background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: initial; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; bottom: 1px; margin-bottom: -2px; position: relative; background-position: -224px 0px; background-repeat: no-repeat no-repeat; " /&gt; •.¸.•´♥………….………♥ ───────────────█─█────── ──────████──█──█─█────── ──────█──█──█──█─█────── ──────████──█──█─█────── ─────────███████─█────── ✿`*•.¸¸.•* ( Khaura Al-Intifadhah ) `*•.¸¸.•*✿ ✿`*•.¸¸.•* ( Thufail Na'im Ar'Syahid ) `*•.¸¸.•*✿.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MessagingMessage uiListItem uiListLight uiListVerticalItemBorder" style="display: block; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-width: 1px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-top-color: rgb(233, 233, 233); border-right-color: rgb(233, 233, 233); border-bottom-color: rgb(233, 233, 233); border-left-color: rgb(233, 233, 233); "&gt;&lt;div class="clearfix main" style="zoom: 1; margin-top: 0px; margin-right: -15px; margin-bottom: 0px; margin-left: -15px; padding-top: 8px; padding-right: 15px; padding-bottom: 8px; padding-left: 15px; "&gt;&lt;div class="UIImageBlock clearfix" style="zoom: 1; "&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3167419353473698604?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3167419353473698604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/09/untukmu-saudaraku-fillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3167419353473698604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3167419353473698604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2011/09/untukmu-saudaraku-fillah.html' title='untukmu saudaraku fillah'/><author><name>atmaulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09117399583475915691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-9081567281775643796</id><published>2010-10-04T07:57:00.000-07:00</published><updated>2010-10-04T08:02:01.933-07:00</updated><title type='text'>renungan untuk ukhti fillah</title><content type='html'>SURAT DARI IKHWAN ..... ::::&lt;br /&gt;oleh  Ahmad tukiran Maulana  Alponjongi,,dari RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF .....UNTUK UKHTI( trutama  yg kenal saya di Jokja )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Besarnya kerudungmu tidak menjamin  sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah  besarnya kerudungmu hanya di gunakan sebagai fashion atau gaya jaman  sekarang ? Atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap  busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan, bahkan bisa jadi  kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya  bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ukhti…Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu,  keluargamu bahkan diri antum sendiri, coba perhatikan sekejap saja,  apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah  tertutupi?? Bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang  dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua  aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan  manis mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ukhti…Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra  bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara antum sama  dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada  fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih  sayangmu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ukhti…Lembutnya parasmu tak menjamin selembut  hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah  terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak Palestina terlihat gigih  berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun  dengan tetes darah terakhir.. Akankah selembut itu hatimu ataukah  sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan  orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin  dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa  rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan ditemani dengan  butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan  tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit  lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan  tebalnya selimut setan dan dininabobokkan dengan mimpi-mimpi jorokmu  bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ukhti…Cerdasnya dirimu  tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu,  mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti  yang antum dapatkan, ataukah antum tidak peduli sama sekali akan  kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya  begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan  yaitu maksiat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi  tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan  musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan antum hadapi mulai dari  musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan  lapar terhadap perbuatan jahatmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Tajamnya  tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan  tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamumu yang tertindas di  palestina, pernahkah antum menangis ketika mujahid-mujahidah kecil  tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah  antum merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para  mujahidah-mujahidah teladan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Lirikan matamu yang  menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang  senang bermaksiat. Coba antum perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak  teman, saudara bahkan keluarga antum sendiri belum merasakan manisnya  islam dan iman mereka belum merasakan apa yang antum rasakan, bisa jadi  salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan  berprilaku binatang yang tak karuan. Sanggupkah antum menggetarkan  hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan  yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan Islam??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Tebalnya  kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Khaliqm.. Antum  adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua  penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu,  imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu  akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul  dijaga olehmu, banyak cara yang harus antum lakukan mulai dari diri  sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari  sekarang, kapan lagi coba….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Putihnya kulitmu tidak  menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu  sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang  merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah antum membanggakan diri  ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling wah, merasa  diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata  akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu di manakah beningnya  hatimu, dan putihnya cintamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Rajinnya ngajimu tidak  menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola.. Sadarkah antum kalo  kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan mengkhawatirka.  Tidakkah antum memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq,  kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang antum masukan,  maukah antum di beri rizki sepelit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Rutinnya  halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunnah senin kamis yang antum  laksanakan, kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik  begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di  sadari turun drastis, puasa yaumul bidh pun terlupakan apalagi puasa  senin kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah  hati antum, makanan fisik yang antum pikirkan dan ternyata ruhiyah pun  butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya  kalau ruhiyah kurang gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ukhti…Manisnya senyummu tak  menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu  terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang antum lewati,  sikap ramahmu pada orang yang antum temui sangat jarang terlihat, bahkan  selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataannya  bagaiamana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang  memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan antum tapi…  antumlah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ukhti…Rajinnya shalat malammu (tidak menjamin) keistiqomahan seperti  Rosulullah sebagai panutanmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ukhti…Ramahnya sikapmu  tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholiqmu,Masihkah antum  senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat  malammu??Ukhti…Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan  mewangi.Akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau  sanggupkah antum ketika sang mujahid akan segara menghampirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Masih  ingatkah antum terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini  bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik.Jadi siap-siaplah  sang syuhada akan menjemputmu di pelaminan hijaumu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Baik  buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam  surga Rabbmu.Maka tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek,  tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan  terbukti dalam hidup sehari-harimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Muhasabah yang  antum lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan  dan kebusukan kelakuan antum yang dilakukan siang hari, atau bahkan  kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu.Sungguh lupa  dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum  tidur, antum tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu  muhasabah sampai kapan akhlaq busukmu di lupakan, kenapa muhasabah  tidak dijadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang  baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Pernahkah  antum bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah  yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan past.Bukankah apa  yang antum pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin  mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah??Kenapa tidak dari  sekarang antum mempersiapkan diri menjadi seorangan mujahidah yang  solehah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan  hinggap dalam diri antum, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan  atau lama-lama nonton TV yang tidak karuan dan hanya kan mengeraskan  hati Sampai lupa waktu, lupa bantu orang tua, kapan akan menjadi anak  yang birrul walidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan,Mulai  kapan antum akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Apakah  pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat  seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya  mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi  alasan belaka karena merasa berkerudung besar??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti…Hatimu  di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang,  sanggupkah antum menjaga izzah yang antum punya, atau sebaliknya antum  bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan  merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai  persepsi disamaratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain,  jadi kalo antum sendiri membuat kebobrokan akhlaq maka akan merusak  citra akhwat yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka bertaqwalah kepada Alloh dalam stiap saat dan keaadaan, wahai ukhti fillah, dari ahmad tukiran maulana al ponjongi 4 oktober 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-9081567281775643796?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/9081567281775643796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/10/renungan-untuk-ukhti-fillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/9081567281775643796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/9081567281775643796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/10/renungan-untuk-ukhti-fillah.html' title='renungan untuk ukhti fillah'/><author><name>atmaulana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09117399583475915691</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-2695935172007048804</id><published>2010-07-01T09:41:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T09:46:14.158-07:00</updated><title type='text'>hati hati dari perangkap iblis dan bala tentaranya</title><content type='html'>sodaraku semuanya kita sebagai orang beriman itu harus hati hati dari musuh Alloh, musuh Rosulnya dan musuh orang beriman yaitu iblis laknatulloh dia yang selalu akan menggoda manusia hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;disebutkan bahwa Allah berfirman dalam hadits qudsi: “Iblis berkata: “Ya Tuhan!, Engkau telah menurunkan Adam (ke muka bumi) dan mengetahui akan ada kitab-kitab dan utusan-utusan, lalu apakah kitab-kitab dan utusan-utusan mereka?” Allah berfirman: “Utusan-utusan mereka adalah para Malaikat dan para Nabi dari mereka sendiri. Lalu kitab-kitabnya adalah Taurat, Zabur, Injil dan al-Furqan.” Iblis bertanya: “Dan apakah kitabku?”Allah berfirman: “Kitabmu adalah al-Wasyem (yaitu lukisan-lukisan di badan dengan jalan melukai). Bacaanmu adalah syair-syair. Utusan-utusanmu adalah para dukun. Makananmu adalah sesuatu yang tidak disebutkan nama Allah atasnya. Minumanmu adalah setiap yang memabukkan. Kebenaranmu adalah dusta. Rumahmu adalah kamar-kamar mandi. Perangkap-perangkapmu adalah wanita-wanita. Muadzinmu adalah seruling dan masjidmu adalah pasar-pasar.” (HR. Thabrani dan Ibnu Abbas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dari hadits qudsi diatas bisa disimpulkan beberapa poin penting yang harus selalu kita perhatikan dan menjadi pelajaran, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, larangan bertato. Rasulullah saw sendiri mengutuk keras bagi orang yang bertato. “Anna Rasulallahi shallallahu ‘alaihi wasallam la’anal-washilata wal-mustaushilah wal-waasyimah wal-mustausyimah.” (Dari Ibnu Umar r.a. bahwasannya Rasulullah saw mengutuk orang yang menyambung rambutnya, meminta sambung rambutnya, orang yang bertato dan orang yang minta dirajah pada kulitnya (badannya).) (HR.Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, peringatan akan syair-syair dan lagu-lagu yang dapat melalaikan kita untuk mengingat Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, larangan mendatangi dukun atau paranormal. Sebagaimana sabda Rasulullah saw : “Man ataa ‘arraafan fasa-alahu ‘an syai-in lam tuqbal sholaatuhu arba’iin yauman.” (Barang siapa yang mendatangi dukun atau paranormal maka tidak akan diterima sholatnya selama empat puluh hari.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, larangan memakan sesuatu yang tidak disebut nama Allah atasnya. Sebagaimana firman Allah swt: “Walaa ta’kuluu mimmaa lam yudzkarismullahi ‘alaihi wainnahu lafisqun.” (Dan janganlah kamu memakan apa-apa yang tidak disebut nama Allah atasnya, karena sesungguhnya itu adalah fasiq.) (QS. al-An’am: 121). Dari Umar bin Abi Salmah berkata: berkata kepadaku Rasulullah saw: “Hai saudaraku, sebutlah nama Allah swt (sebelum makan) dan makanlah dengan tangan kanan dan makanlah makanan yang terdekat darimu.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Larangan minum minuman dan apa saja yang memabukkan. Rasulullah saw bersabda: “Kullu muskirin khomrun.” (Setiap yang memabukkan adalah khomr / arak) (HR. Bukhori dan Muslim). Dalam riwayat yang lain disebutkan: “Kullu muskirin khomrun wa kullu khomrin haroomun.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Larangan berdusta. Sebagaimana sabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya kejujuran (kebenaran) itu akan membawa kepada kebaikan, sedang kebaikan akan membawa ke syurga. Dan sesungguhnya seseoran yang jujur itu akan ditulis (ditetapkan) disisi Allah sebagai seorang yang benar. Dan sesungguhnya kerbohongan itu akan membawa kepada dosa (kejahatan). Dan sesungguhnya dosa itu akan membawa pelakunya ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang berbohong akan ditetapkandisisi Allah sebagai pembohong.” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Anjuran meminta perlindungan kepada Allah apabila masuk kamar mandi, karena itu adalah tempat berkumpulnya syaitan. Dari Anas r.a berkata: Bahwasannya Nabi saw apabila masuk KM / WC beliau berdo’a: “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaaits.” (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Aisyah r.a. berkata: Bahwasannya Nabi saw apabila keluar dari KM / WC beliau berdo’a: “Ghufroonak.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain Rasulullah saw bersabda: “Penghalang penglihatan jin dan aurat manusia ketika memasuki KM / WC adalah membaca “bismillah”. (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, peringatan terhadap godaan wanita. Allah swt telah berfirman: “Zuyyina linnasi hubbus-syahawaati minan-nisaa-i…..” (Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini; yaitu dari wanita-wanita…” (Ali Imaron: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Rasulullah saw pun telah mengingatkan kepada kita dengan sabdanya: “Iyyakum wad-dukhulu ‘alan-nisaa’…” (Hati-hatilah kamu memasuki kelompok wanita-wanita…” (HR. Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, peringatan akan mainan peralatan musik yang dapat melalaikan untuk mengingat Allah swt. yang dalam hadits qudsi diatas digambarkan dengan seruling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh, peringatan akan bahayanya pasar-pasar, karena disitu tempat berkumpilnya syaitan-syaitan pengganggu. Oleh karena Rasulullah saw menganjurkan kepada kita semua untuk berdo’a ketika hendak masuk pasar. Dari Umar bin Khattab r.a.: Bahwasannya Rasulullah saw berksabda: “Barangsiapa yang memasuki pasar, maka berdo’alah: “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku walahul-hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadihil-khoiru wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir.” Allah akan mencatat beribu-ribu kebaikan dan menghapus beribu-ribu kejelekan dan mengangkat beribu-ribu derajat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;demikian saudaku sedikit mengingatkan tentang bahayanya perangkap iblis dan bala tentaranya semoga Alooh melindungi kita dari godaan makhluk-makhluknya yang jahat dan semoga kita diberi keselamatan didunia dan akhirat&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish showab...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-2695935172007048804?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/2695935172007048804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/07/hati-hati-dari-perangkap-iblis-dan-bala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/2695935172007048804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/2695935172007048804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/07/hati-hati-dari-perangkap-iblis-dan-bala.html' title='hati hati dari perangkap iblis dan bala tentaranya'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3053276583659324043</id><published>2010-06-22T08:08:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T08:09:21.788-07:00</updated><title type='text'>taswassul</title><content type='html'>TAWASSUL YANG DISYARI'ATKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman yang bermaksud,&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri KepadaNya." (Al-Maa'idah: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatadah berkata, "Dekatkanlah dirimu kepadaNya, dengan keta'atan dan amal yang membuatNya redha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawassul yang disyariatkan adalah tawassul sebagaimana yang diperintahkan oleh Al-Quran, diteladankan oleh Rasulullah SAW dan dipraktikkan oleh para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tawassul yang disyariatkan iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tawassul dengan iman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikisahkan Allah dalam Al-Quran tentang hambaNya yang bertawassul dengan iman mereka. Allah swt berfirman yang bermaksud,&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (iaitu), 'Berimanlah kamu kepada Tuhanmu', maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti." (Ali Imran: 193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tawassul dengan mengesakan Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti doa Nabi Yunus Alaihis Salam, ketika ditelan oleh ikan Nun. Allah mengisahkan dalam firmanNya yang bermaksud:&lt;br /&gt;"Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, 'Bahawa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya, dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (Al-Anbiyaa': 87-88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tawassul dengan Nama-Nama Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tersebut dalam firmanNya yang bermaksud,&lt;br /&gt;"Hanya milik Allah Asma'ul Husna, maka mohonlah kepadaNya dengan menyebut Asma'ul Husna itu." (Al-A'raaf: 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara doa Rasulullah SAW dengan Nama-namaNya iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku memohon KepadaMu dengan segala nama yang Engkau miliki." (HR. At-Tirmizi, hadis hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tawassul dengan Sifat-Sifat Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana doa Rasulullah SAW yang bermaksud,&lt;br /&gt;"Wahai Zat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhlukNya), dengan rahmatMu aku mohon pertolongan." (HR. At-Tirmizi, hadis hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tawassul dengan amal shalih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti shalat, berbakti kepada kedua orang tua, menjaga hak dan amanah, bersedekah, zikir, membaca Al-Quran, shalawat atas Nabi, kecintaan kita kepada beliau dan kepada para sahabatnya, serta amal shalih lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Shahih Muslim terdapat riwayat yang mengisahkan tiga orang yang terperangkap di dalam gua. Lalu masing-masing bertawassul dengan amal shalihnya. Orang pertama bertawassul dengan amal shalihnya, berupa memelihara hak buruh. Orang kedua dengan baktinya kepada kedua orang tua. Orang yang ketiga bertawassul dengan takutnya kepada Allah, sehingga menggagalkan perbuatan keji yang hendak ia lakukan. Akhirnya Allah membukakan pintu gua itu dari batu besar yang menghalanginya, sampai mereka semua selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tawassul dengan meninggalkan maksiat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dengan meninggalkan minum khamr (minum-minuman keras), berzina dan sebagainya dari berbagai hal yang diharamkan. Salah seorang dari mereka yang terperangkap dalam gua, juga bertawassul dengan meninggalkan zina, sehingga Allah menghilangkan kesulitan yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun umat Islam sekarang, mereka meninggalkan amal shalih dan bertawassul dengannya, lalu menyandarkan diri bertawassul dengan amal shalih orang lain yang telah mati. Mereka melanggar petunjuk Rasulullah SAW dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tawassul dengan memohon doa kepada para nabi dan orang-orang shalih yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah dalam riwayat, bahawa seorang buta datang kepada Nabi. Orang itu berkata, "Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah, agar Dia menyembuhkanku (sehingga boleh melihat kembali)." Rasulullah SAW menjawab, "Jika engkau menghendaki, aku akan berdoa untukmu, dan jika engkau menghendaki, bersabar adalah lebih baik bagimu." Ia (tetap) berkata, "Doakanlah." Lalu Rasulullah SAW menyuruhnya berwuduk secara sempurna, lalu shalat dua rakaat, selanjutnya beliau menyuruhnya berdoa dengan mengatakan,&lt;br /&gt;"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu, dan aku menghadap kepadaMu dengan (perantara) NabiMu, seorang Nabi yang membawa rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap dengan (perantara)mu kepada Tuhanku dalam hajatku ini, agar dipenuhiNya untukku. Ya Allah jadikanlah ia pemberi syafaat kepadaku, dan berilah aku syafaat (pertolongan) di dalamnya." la berkata, "Laki-laki itu kemudian melakukannya, sehingga ia sembuh." (HR. Ahmad, hadis shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di atas mengandungi pengertian bahawa Rasulullah SAW berdoa untuk laki-laki buta tersebut dalam keadaan beliau masih hidup. Maka Allah swt mengabulkan doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan orang tersebut agar berdoa untuk dirinya. Menghadap kepada Allah swt untuk meminta kepadaNya agar Dia menerima syafaat NabiNya. Maka Allah pun menerima doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini khusus ketika Nabi masih hidup. Dan tidak mungkin berdoa dengannya setelah beliau wafat. Sebab para sahabat tidak melakukan hal itu. Juga, orang-orang buta lainnya tidak ada yang mendapatkan manfaat dengan doa itu, setelah terjadinya peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAWASSUL YANG DILARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawassul yang dilarang adalah tawassul yang tidak ada dasarnya dalam agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tawassul yang dilarang iaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tawassul dengan orang-orang mati, meminta hajat dan memohon pertolongan kepada mereka, sebagaimana banyak kita saksikan pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menamakan perbuatan tersebut sebagai tawassul, padahal sebenarnya tidak demikian. Sebab tawassul adalah memohon kepada Allah dengan perantara yang disyariatkan. Seperti dengan perantara iman, amal shalih, Asmaa'ul Husnaa dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa dan memohon kepada orang-orang mati adalah berpaling dari Allah. Ia termasuk syirik besar. Allah berfirman yang bermaksud,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim". (Yunus: 106)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang zalim dalam ayat di atas bererti orang-orang musyrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tawassul dengan kemuliaan Rasulullah SAW. Seperti ucapan mereka, "Wahai Tuhanku, dengan kemuliaan Muhammad, sembuhkanlah aku." Ini adalah perbuatan bid'ah. Sebab para sahabat tidak melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tawassul yang dilakukan oleh Umar bin Khaththab dengan doa bapa saudara Rasulullah SAW, Al-Abbas adalah semasa ia masih hidup. Dan Umar tidak bertawassul dengan Rasulullah SAW setelah beliau wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hadis yang bermaksud,&lt;br /&gt;"Bertawassullah kalian dengan kemuliaanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis tersebut sama sekali tidak ada sumber aslinya. Demikian menurut Ibnu Taimiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawassul bid'ah ini boleh menyebabkan pada kemusyrikan. Iaitu jika ia mempercayai bahawa Allah memperlukan perantara. Sebagaimana seorang pemimpin atau penguasa. Sebab dengan demikian ia menyamakan Tuhan dengan makhlukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hanifah berkata, "Aku benci memohon kepada Allah, dengan selain Allah." Demikian seperti disebutkan dalam kitab Ad-Durrul Mukhtaar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meminta agar Rasulullah SAW mendoakan dirinya setelah beliau wafat, seperti ucapan mereka, "Ya Rasulullah SAW doakanlah aku", ini tidak diperbolehkan. Sebab para sahabat tidak pernah melakukannya. Juga kerana Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakan kepada (orang tua)-nya." (HR. Muslim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3053276583659324043?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3053276583659324043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/06/taswassul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3053276583659324043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3053276583659324043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/06/taswassul.html' title='taswassul'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-7133941406149433141</id><published>2010-06-18T08:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T08:52:49.004-07:00</updated><title type='text'>UCAPAN ASSALAMU'ALAIKUM......</title><content type='html'>kalimat/kata ''Assalamu alaikum (السلام عليكم as-salāmu `alaykum) merupakan salam dalam Bahasa Arab, dan digunakan oleh kultur Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, yang dapat merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Untuk yang mengucapkan salam, hukumnya adalah Sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam ini juga digunakan oleh kultur Kristen di Timur Tengah yang mempunyai arti kedamaian dan kesejahteraan bagi yang mengucapkan salam dan penerima salam tersebut. Salam ini sama dengan salam shalom aleichem dalam bahasa Ibrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Hasyr Ayat 23: Dialah Allah, tidak ada ilaah (sesembahan) yang layak kecuali Dia, Maha Rajadiraja, yang Maha Suci, Maha Sejahtera, Maha Mengaruniai rasa aman, Maha Memelihara, Maha Perkasa, Maha Kuasa, Maha Memiliki segala keagungan. Maha Suci Allah dari segala yang mereka persekutukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini, As-Salaam (Maha Sejahtera) adalah satu dari Nama-nama Agung Allah SWT. Kini, Kita akan mencoba untuk memahami arti, keutamaan dan penggunaan kata Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terbitnya fajar Islam, orang Arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti Hayakallah yang artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup, kemudian Islam memperkenalkan ungkapan Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa. Ibnu Al-Arabi di dalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan bahwa Salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".&lt;br /&gt;[sunting] Makna&lt;br /&gt;Rapikan&lt;br /&gt;Artikel atau bagian dari artikel ini menggunakan gaya bahasa naratif yang tidak sesuai dengan Wikipedia sehingga menurunkan kualitas artikel ini.&lt;br /&gt;Bantulah Wikipedia memperbaikinya. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan kasih-sayang yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini dapat dijelaskan dengan alasan-alasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salam bukan sekedar ungkapan kasih-sayang, tetapi memberikan juga alasan dan logika kasih-sayang yang di wujudkan dalam bentuk doa pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka-derita. Tidak seperti kebiasaan orang Arab yang mendoakan untuk tetap hidup, tetapi Salam mendoakan agar hidup dengan penuh kebaikan.&lt;br /&gt;2. Salam mengingatkan kita bahwa kita semua bergantung kepada Allah SWT. Tak satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun juga tanpa perkenan Allah SWT.&lt;br /&gt;3. Perhatikanlah bahwa ketika seseorang mengatakan kepada anda, "Aku berdoa semoga kamu sejahtera." Maka ia menyatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan(perlakuan)-nya, lidah(lisan)-nya, dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga-diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Arabi di dalam Ahkamul Qur’an mengatakan:&lt;br /&gt;“ Tahukah kamu arti Salam? Orang yang mengucapkan Salam itu memberikan pernyataan bahwa ‘kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.’ ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya bahwa Salam berarti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mengingat (dzikr) Allah SWT,&lt;br /&gt;* Pengingat diri,&lt;br /&gt;* Ungkapan kasih sayang antar sesama Muslim,&lt;br /&gt;* Doa yang istimewa, dan&lt;br /&gt;* Pernyataan atau pemberitahuan bahwa ‘anda aman dari bahaya tangan dan lidahku’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadits dikatakan:&lt;br /&gt;“ Muslim sejati adalah bahwa dia tidak membahayakan setiap Muslim yang lain dengan lidahnya dan tangannya ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memahami Hadits ini saja, sudahlah cukup untuk memperbaiki semua umat Muslim. Karena itu Muhammad sangat menekankan penyebaran pengucapan Salam antar sesama Muslim dan beliau menyebutnya sebagai perbuatan baik yang paling utama diantara perbuatan-perbuatan baik yang anda kerjakan. Ada beberapa Sabda Muhammad yang menjelaskan pentingnya ucapan salam antar seluruh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Kamu tidak dapat memasuki Surga kecuali bila kamu beriman. Imanmu belumlah lengkap sehingga kamu berkasih-sayang satu sama lain. Maukah kuberitahukan kepadamu sesuatu yang jika kamu kerjakan, kamu akan menanamkan dan memperkuat kasih-sayang diantara kamu sekalian? Tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kepada yang kamu kenal maupun yang belum kamu kenal." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Amr RA mengisahkan bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apakah amalan terbaik dalam Islam?” Rasulullah SAW menjawab: Berilah makan orang-orang dan tebarkanlah ucapan salam satu sama lain, baik kamu saling mengenal ataupun tidak.” (Sahihain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hathim. Suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, seseorang datang dan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum.” Maka Rasulullah SAW pun membalas dengan ucapan “Wa’alaikum salaam wa rahmah” Orang kedua datang dengan mengucapkan “Assalaamu’alaikum wa rahmatullah” Maka Rasulullah membalas dengan, “Wa’alaikum salaam wa rahmatullah wabarakatuh” . Ketika orang ketiga datang dan mengucapkan “Assalaamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuhu.” Rasulullah SAW menjawab: ”Wa’alaika”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ketiga pun terperanjat dan bertanya, namun tetap dengan kerendah-hatian, “Wahai Rasulullah, ketika mereka mengucapkan Salam yang ringkas kepadamu, Engkau membalas dengan Salam yang lebih baik kalimatnya. Sedangkan aku memberi Salam yang lengkap kepadamu, aku terkejut Engkau membalasku dengan sangat singkat hanya dengan wa’alaika.” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, membalas Salam dengan tiga frasa (anak kalimat) itu hukumnya Sunnah, yaitu cara yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Kebijaksanaan membatasi Salam dengan tiga frasa ini karena Salam dimaksudkan sebagai komunikasi ringkas bukannya pembicaraan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah SWT menggunakan kalimat obyektif tanpa menunjuk subyeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etika membalas penghormatan. Disini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subyek menunjukkan bahwa hal saling memberi salam adalah kebiasaan normal dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu saja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas. Hasan Basri menyimpulkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban” Disebutkan di dalam Muwattha’ Imam Malik, diriwayatkan oleh Tufail bin Ubai bin Ka’ab bahwa, Abdullah bin Umar RA biasa pergi ke pasar hanya untuk memberi salam kepada orang-orang disana tanpa ada keperluan membeli atau menjual apapun. Ia benar-benar memahami arti penting mengawali mengucapkan salam. Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW selanjutnya memberikan arahan memberi salam bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Orang yang berkendaraan harus memberi salam kepada pejalan-kaki.&lt;br /&gt;* Orang yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk.&lt;br /&gt;* Kelompok yang lebih sedikit memberi salam kepada kelompok yang lebih banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;* Yang meninggalkan tempat memberi salam kepada yang tinggal.&lt;br /&gt;* Ketika pergi meninggalkan atau pulang ke rumah, ucapkanlah salam meski tak seorangpun ada di rumah (malaikat yang akan menjawab).&lt;br /&gt;* Jika bertemu berulang-ulang maka ucapkan salam setiapkali bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecualian kewajiban menjawab salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ketika sedang sholat. Membalas ucapan salam ketika sholat membatalkan sholatnya.&lt;br /&gt;* Khatib, orang yang sedang membaca Al-Qur’an, atau seseorang yang sedang mengumandangkan Adzan atau Iqamah, atau sedang mengajarkan kitab-kitab Islam.&lt;br /&gt;* Ketika sedang buang air atau berada di kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Allah SWT menerangkan keutamaan salam di dalam surat Al-An’aam ayat 54:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Al-Qur’an) datang kepadamu, ucapkanlah “Salaamun’alaikum (selamat-sejahtera bagimu)”, Tuhanmu telah menetapkan bagi diri-Nya kasih-sayang. (Yaitu) Bahwa barangsiapa berbuat kejahatan karena kejahilannya (tidak tahu/bodoh) kemudian ia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat ini Allah SWT memerintah Nabi Muhammad SAW sehubungan dengan orang-orang beriman yang miskin, yang hampir semuanya menumpang tinggal di tempat para sahabat. Walaupun orang-orang kafir yang kaya meminta agar Rasulullah SAW mengusir para dhuafa’ itu supaya orang-orang kaya itu bisa bersama Rasulullah, Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menyambut para dhuafa’ Muslim itu dengan ‘Assalamu ‘alaikum’ pada sa’at kedatangan mereka. Hal ini mengandung dua arti: Pertama, menyampaikan penghormatan dari Allah SWT kepada mereka. Ini adalah kehormatan dan penghargaan yang tinggi bagi Muslim yang miskin dan tulus hati. Perlakuan ini menguatkan hati dan menambah semangat mereka. Arti ke-dua, menyampaikan sambutan yang baik yang pantas mereka terima, atas ijin Allah SWT, dengan nyaman, damai dan tenang, meskipun jika mereka membuat beberapa kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT menganugerahi kita kesanggupan untuk melaksanakan pengucapan salam dengan semangat islami yang lurus di dalam hidup kita sehari-hari dan dengan melaksanakannya menumbuhkan kasih-sayang dan persatuan diantara kita. Amiin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-7133941406149433141?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/7133941406149433141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/06/ucapan-assalamualaikum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/7133941406149433141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/7133941406149433141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/06/ucapan-assalamualaikum.html' title='UCAPAN ASSALAMU&apos;ALAIKUM......'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-4498393237808909782</id><published>2010-06-01T08:03:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T08:03:59.883-07:00</updated><title type='text'>pelajaran dari dakwahnya Nabi Nuh</title><content type='html'>1] Dakwah Nabi Nuh ‘alaihis salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami&lt;br /&gt;telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka dia berkata; Wahai kaumku,&lt;br /&gt;sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS.&lt;br /&gt;al-A’raaf: 59). Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa dakwah&lt;br /&gt;...Nabi Nuh adalah dakwah tauhid.&lt;br /&gt;[2] Dakwah Nabi Hud ‘alaihis salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kepada kaum&lt;br /&gt;‘Aad, Kami utus saudara mereka yaitu Hud. Dia berkata; Wahai kaumku,&lt;br /&gt;sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS.&lt;br /&gt;al-A’raaf: 65). Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa dakwah&lt;br /&gt;Nabi Hud adalah dakwah tauhid.&lt;br /&gt;[3] Dakwah Nabi Shalih ‘alaihis salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kepada kaum&lt;br /&gt;Tsamud, Kami utus saudara mereka yaitu Shalih. Dia berkata; Wahai&lt;br /&gt;kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS.&lt;br /&gt;al-A’raaf: 73). Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa dakwah&lt;br /&gt;Nabi Shalih adalah dakwah tauhid.&lt;br /&gt;[4] Dakwah Nabi Syu’aib ‘alaihis salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kepada kaum&lt;br /&gt;Madyan, Kami utus saudara mereka yaitu Syu’aib. Dia berkata; Wahai&lt;br /&gt;kaumku, sembahlah Allah tiada bagi kalian sesembahan selain-Nya.” (QS.&lt;br /&gt;al-A’raaf: 85). Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa dakwah&lt;br /&gt;Nabi Syu’aib adalah dakwah tauhid.&lt;br /&gt;[5] Dakwah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh telah&lt;br /&gt;ada teladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya,&lt;br /&gt;yaitu ketika mereka berkata kepada kaumnya; Sesungguhnya kami berlepas&lt;br /&gt;diri dari kalian dan dari segala yang kalian sembah selain Allah. Kami&lt;br /&gt;ingkari kalian dan telah nyata antara kami dengan kalian permusuhan dan&lt;br /&gt;kebencian untuk selamanya sampai kalian mau beriman kepada Allah saja.”&lt;br /&gt;(QS. al-Mumtahanah: 4). Ayat yang mulia ini&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa dakwah Nabi Ibrahim adalah dakwah tauhid.&lt;br /&gt;[6] Dakwah Segenap Rasul ‘alaihimus&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh Kami&lt;br /&gt;telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak; sembahlah&lt;br /&gt;Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36).&lt;br /&gt;Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa dakwah seluruh rasul adalah dakwah&lt;br /&gt;tauhid.&lt;br /&gt;Lalu apa yang dimaksud dengan tauhid itu?&lt;br /&gt;Tauhid, sebagaimana telah dijelaskan di dalam ayat-ayat di atas&lt;br /&gt;adalah menyembah/beribadah semata-mata kepada Allah dan tidak&lt;br /&gt;mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Inilah tauhid yang senantiasa&lt;br /&gt;didengung-dengungkan oleh para nabi dan rasul kepada kaumnya dan yang&lt;br /&gt;menjadi tujuan utama dakwah mereka (lihat Fath al-Majid, hal.&lt;br /&gt;15, al-Qaul al-Mufid [1/7]).&lt;br /&gt;Hakekat perintah tauhid ini sering diulang-ulang oleh Allah ta’ala&lt;br /&gt;di dalam al-Qur’an dalam konteks yang beraneka ragam. Di antaranya&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;[1] Ketika menjelaskan tujuan hidup jin dan manusia&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku&lt;br /&gt;ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”&lt;br /&gt;(QS. adz-Dzariyat: 56)&lt;br /&gt;[2] Ketika menjelaskan muatan dakwah Nabi Ibrahim ‘alaihis&lt;br /&gt;salam&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Ingatlah ketika&lt;br /&gt;Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya; Sesungguhnya aku berlepas&lt;br /&gt;diri dari segala yang kalian sembah kecuali dari Yang menciptakan&lt;br /&gt;diriku.” (QS. az-Zukhruf: 26-27)&lt;br /&gt;[3] Ketika menjelaskan ‘motto hidup’ seorang mukmin&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sholatku dan sembelihanku, hidup dan matiku, semuanya milik&lt;br /&gt;Allah Rabb alam semesta, tiada sekutu bagi-Nya.” (QS.&lt;br /&gt;al-An’am: 162-163)&lt;br /&gt;[4] Ketika melarang berdoa kepada selain-Nya&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah&lt;br /&gt;kamu berdoa kepada selain Allah, sesuatu yang tidak menjamin manfaat dan&lt;br /&gt;madharat kepadamu. Apabila kamu melakukannya, maka sungguh kamu kalau&lt;br /&gt;begitu termasuk orang-orang yang zalim. Apabila Allah timpakan kepadamu&lt;br /&gt;suatu bahaya, niscaya tidak ada yang bisa menyngkapnya kecuali Dia.” (QS.&lt;br /&gt;Yunus: 106-107)&lt;br /&gt;[5] Ketika menjelaskan kesesatan orang yang berdoa kepada&lt;br /&gt;selain-Nya&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan siapakah&lt;br /&gt;yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada selain Allah, sesuatu&lt;br /&gt;yang jelas tidak akan bisa memenuhi permintaannya sampai kiamat tiba.” (QS.&lt;br /&gt;al-Ahqaf: 5)&lt;br /&gt;[6] Ketika menjelaskan lemahnya sesembahan selain Allah&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah mereka&lt;br /&gt;itu mau mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak bisa menciptakan&lt;br /&gt;apa-apa, sementara mereka itu sendiri juga diciptakan, bahkan mereka&lt;br /&gt;juga tidak mampu untuk memberikan pertolongan kepada mereka/pemujanya…”&lt;br /&gt;(QS. al-A’raaf: 191-192)&lt;br /&gt;[7] Ketika mencela sesembahan selain Allah&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Segala sesuatu&lt;br /&gt;yang kalian seru selain-Nya itu sama sekali tidak menguasai meskipun&lt;br /&gt;setipis kulit ari.” (QS. Fathir: 13)&lt;br /&gt;[8] Ketika menjelaskan kecintaan orang kafir kepada&lt;br /&gt;sesembahan mereka&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Di antara&lt;br /&gt;manusia ada yang mengangkat selain Allah sebagai sesembahan tandingan,&lt;br /&gt;mereka mencintainya sebagaimana kecintaan mereka kepada Allah.” (QS.&lt;br /&gt;al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt;[9] Ketika memerintahkan untuk bertawakal kepada-Nya&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan hendaknya&lt;br /&gt;kalian bertawakal kepada Allah saja, jika kalian benar-benar beriman.”&lt;br /&gt;(QS. al-Ma’idah: 23)&lt;br /&gt;[10] Ketika melarang tindakan menyelisihi Rasul-Nya&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Hendaklah merasa&lt;br /&gt;takut orang-orang yang menyelisihi urusan rasul itu, karena mereka akan&lt;br /&gt;tertimpa fitnah atau siksa yang sangat pedih.” (QS.&lt;br /&gt;an-Nuur: 63). Imam Ahmad menjelaskan bahwa yang dimaksud&lt;br /&gt;‘fitnah’ dalam ayat ini adalah syirik.&lt;br /&gt;Keutamaan Tauhid&lt;br /&gt;Berikut ini sebagian keutamaan tauhid yang disebutkan oleh para&lt;br /&gt;ulama, semoga semakin mendorong kita untuk mendalami, mengamalkan, serta&lt;br /&gt;mendakwahkannya.&lt;br /&gt;[1] Tauhid adalah rahasia al-Qur’an&lt;br /&gt;al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “… Hal ini&lt;br /&gt;sebagaimana yang diutarakan oleh sebagian ulama salaf bahwa al-Fatihah&lt;br /&gt;merupakan rahasia al-Qur’an, sedangkan rahasia surat ini terkandung&lt;br /&gt;dalam kalimat ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ -hanya kepada-Mu kami&lt;br /&gt;beribadah dan hanya kepada-Mu kami meminta tolong-…” (Tafsir&lt;br /&gt;al-Qur’an al-’Azhim [1/36] cet. Dar al-Fikr)&lt;br /&gt;Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi rahimahullah berkata, “al-Qur’an&lt;br /&gt;itu seluruhnya berbicara mengenai tauhid, hak-hak serta balasannya, dan&lt;br /&gt;juga berbicara mengenai syirik serta pelaku dan balasan/hukuman bagi&lt;br /&gt;mereka…” (Syarh Aqidah ath-Thahawiyah, hal. 89 cet.&lt;br /&gt;al-Maktab al-Islami)&lt;br /&gt;[2] Tauhid adalah syarat keamanan dan hidayah&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang&lt;br /&gt;beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman (syirik)&lt;br /&gt;mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah yang akan&lt;br /&gt;diberikan petunjuk.” (QS. al-An’am: 82)&lt;br /&gt;[3] Tauhid adalah syarat diterimanya amalan&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang&lt;br /&gt;mengharapkan perjumpaan dengan Allah, hendaklah dia melakukan amal&lt;br /&gt;salih dan tidak mempersekutukan sesuatupun dalam beribadah kepada&lt;br /&gt;Rabbnya.” (QS. al-Kahfi: 110)&lt;br /&gt;[4] Tauhid adalah sebab keberuntungan&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa,&lt;br /&gt;sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian, kecuali&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam&lt;br /&gt;kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS.&lt;br /&gt;al-’Ashr: 1-3)&lt;br /&gt;[5] Tauhid adalah kunci surga&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya&lt;br /&gt;barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah telah haramkan&lt;br /&gt;surga baginya dan tempat kembalinya adalah neraka, dan tidak ada bagi&lt;br /&gt;orang-orang yang zalim itu seorang penolongpun.” (QS.&lt;br /&gt;al-Ma’idah: 72)&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Setelah membaca dalil-dalil di atas, dapat kita simpulkan bahwa:&lt;br /&gt;Dakwah para nabi dan rasul adalah dakwah tauhidHakekat tauhid itu adalah beribadah kepada Allah semata dan berlepas&lt;br /&gt;diri dari segala sesembahan selain-NyaTauhid tidak akan terwujud tanpa mengenal syirik dan macam-macamnyaTauhid memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah; tauhid&lt;br /&gt;merupakan rahasia al-Qur’an, syarat untuk mendapatkan keamanan dan&lt;br /&gt;hidayah, syarat diterimanya amalan, sebab keberuntungan, dan kunci untuk&lt;br /&gt;bisa masuk ke dalam surgaDengan demikian, sudah semestinya setiap da’i Islam menjadikan&lt;br /&gt;dakwah tauhid sebagai prioritas utama dakwah yang dilakukannyaDan bagi para orang tua, hendaknya mereka menjadikan pendidikan&lt;br /&gt;tauhid sebagai pembinaan yang paling dititikberatkan kepada putra-putri&lt;br /&gt;mereka. Allahu a’lam bis shawab.&lt;br /&gt;Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-4498393237808909782?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/4498393237808909782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/06/pelajaran-dari-dakwahnya-nabi-nuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4498393237808909782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4498393237808909782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/06/pelajaran-dari-dakwahnya-nabi-nuh.html' title='pelajaran dari dakwahnya Nabi Nuh'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-1045604852429714805</id><published>2010-04-16T20:25:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T20:42:02.194-07:00</updated><title type='text'>Cara yang Benar dalam mnafsirkn Al Qur an...</title><content type='html'>Telah banyak kita lihat kaum muslimin dengan gampangnya mengambil satu ayat al-qur'an dari al-qur'an terjemahan, kemudian menafsirkan ayat tersebut berdasarkan akal dan perasaannya. Ini adalah penyimpangan yang sangat besar, karena dalam menafsirkan al-qur'an dibutuhkan kaedah-kaedah tertentu, belum lagi harus terpenuhinya syarat-syarat yang dapat menjadikannya mufassir (orang yang menafsirkan al-qur'an).&lt;br /&gt; penjelasan dari Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin (rahimahullah) dalam kaedah-kaedah dalam menafsirkan al-qur'an.&lt;br /&gt;Tafsir Al Quran dirujuk kepada referensi berikut:&lt;br /&gt;A... Kalamullah ta’ala (Al Quran –pent.)&lt;br /&gt;Maka Al Qur’an ditafsirkan dengan Al Qur’an, karena Allah subhanahu wata’ala-lah yang menurunkannya, dan Dia-lah yang paling tahu dengan apa yang dimaksud di dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;Ada beberapa contoh untuk perkara ini, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلآ إِنّ أَوْلِيَآءَ اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kata أَوْلِيَآءُ اللّهِ (wali-wali Allah) telah ditafsirkan oleh firman Allah di ayat berikutnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتّقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.” (Yunus: 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَآ أَدْرَاكَ مَا الطّارِقُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?” (Ath Thariq: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh “Ath-Thariq” ditafsirkan dengan firman Allah subhanahu wata’ala pada ayat yang kedua (demikian yang tertulis di dalam kitab, mungkin yang diinginkan adalah ayat ketiga, wallahu a’lam –pent.),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;النّجْمُ الثّاقِبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”(Yaitu) bintang yang cahayanya menembus.” (Ath Thariq: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالأرْضَ بَعْدَ ذَلِكَ دَحَاهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.” (An Naazi’aat: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata دَحَاهَا ditafsirkan dengan dua ayat setelahnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَخْرَجَ مِنْهَا مَآءَهَا وَمَرْعَاهَا * وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhan. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh.” (An Naazi’aat: 31-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Al Qur’an ditafsirkan dengan As Sunnah, karena rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam adalah penyampai wahyu dari Allah subhanahu wata’ala, maka beliau adalah manusia yang paling mengetahui maksud-maksud yangterkandung dalam firman Allah subhanahu wata’ala.&lt;br /&gt;Dalam hal ini ada beberapa contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لّلّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَىَ وَزِيَادَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya” (Yunus: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam telah menafsirkan kata وَزِيَادَةٌ (tambahan) dengan melihat wajah Allah subhanahu wata’ala sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim secara sharih dari hadits Abu Musa [1] dan Ubay bin Ka’ab [2] dan diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari hadits Ka’ab bin ‘Ujrah [3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di dalam Shahih Muslim [4] dari Shuhaib bin Sinan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadits beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka disingkapkanlah hijab, maka tidaklah mereka diberi sesuatu yang lebih mereka cintai daripada melihat Rabb mereka ‘azza wa jalla”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau membaca ayat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لّلّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَىَ وَزِيَادَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya” (Yunus: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَعِدّواْ لَهُمْ مّا اسْتَطَعْتُمْ مّن قُوّةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” (Al-Anfaal: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menafsirkan kata الْقُوّة dengan “melempar”. Diriwayatkan oleh Al Imam Muslim [5] dan yang selainnya dari hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallaahu ‘anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ucapan Sahabat Radhiyallaahu ‘anhum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama kalangan sahabat yang berilmu dan memiliki perhatian terhadap tafsir, karena Al Qur’an turun dengan bahasa mereka dan pada zaman mereka. Dan juga setelah para nabi, merekalah yang paling jujur dalam mencari kebenaran, paling selamat dari hawa nafsu, dan paling bersih dari penyimpangan yang dapat menghalangi seseorang untuk mendapatkan taufik dari Allah subhanahu wata’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ada banyak contoh, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِن كُنتُم مّرْضَىَ أَوْ عَلَىَ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مّنْكُمْ مّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النّسَآءَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau mulamasah wanita” (Al-Maidah: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah shahih dari Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma bahwa beliau menafsirkan al-mulamasah (yang arti letterlijk-nya menyentuh –pent.) dengan jima’ (melakukan hubungan seks) [6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ucapan Para Tabi’in yang perhatian dengan pengambilan tafsir dari para sahabat radhiyallaahu ‘anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena tabi’in adalah sebaik-baik manusia setelah para sahabat dan paling selamat dari hawa nafsu daripada generasi setelahnya. Selain itu, bahasa Arab belum banyak berubah pada masa mereka, sehingga mereka adalah orang-orang yang lebih dekat kepada kebenaran dalam memahami Al Qur’an daripada generasi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam berkata [7],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apabila mereka –yaitu para tabi’in- sepakat atas suatu perkara, maka tidak diragukan lagi bahwa ini merupapan hujjah. Namun apabila mereka berselisih, maka perkataan sebagian mereka tidak menjadi hujjah atas sebagian yang lain dan tidak pula menjadi hujjah atas orang-orang setelah mereka. Maka hal tersebut dikembalikan kepada bahasa Al Qur’an atau Sunnah atau keumuman bahasa Arab atau perkataan sahabat tentang hal itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa yang menyimpang dari mazhab-mazhab para sahabat dan para tabi’in serta tafsir mereka kepada hal-hal yang menyelisi mazhab dan tafsir para sahabat dan tabi’in maka dia telah berbuat kesalahan dalam hal tersebut, bahkan dia telah berbuat bid’ah. Apabila ia adalah orang yang berijtihad (mujtahid), maka diampuni kesalahan-kesalahannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maka barangsiapa yang menyelisihi perkataan mereka dan menafsirkan Al Qur’an berbeda dengan tafsir mereka, maka dia telah berbuat kesalahan dalam hal dalil dan madlul (makna)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apa yang merupakan konsekuensi kata-kata tersebut, apakah dimaknai secara syar’i atau lughawi (secara bahasa), tergantung dengan konteksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنّآ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النّاسِ بِمَآ أَرَاكَ اللّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Qur’an) dengan membawa kebenaran supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa-apa yang telah Allah wahyukan kepadamu” (An Nisaa’: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنّا جَعَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لّعَلّكُمْ تَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya” (Az Zukhruf: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رّسُولٍ إِلاّ بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيّنَ لَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidakkah Kami mengutus seorag Rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka” (Ibrahim: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila makna syar’i dan makna lughawi (bahasa) berbeda, maka yang diambil adalah makna syar’i. Hal karena Al Qur’an diturunkan untuk menjelaskan syari’at, bukan untuk menjelaskan bahasa, kecuali jika terdapat dalil yang lebih merajihkah (menguatkan) makna lughawi, maka yang dipakai adalah makna lughawi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh perbedaan antara dua makna tersebut, dan dikedepankannya makna syar’I adalah firman Allah subhanahu wata’ala tentang orang-orang munafiq,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تُصَلّ عَلَىَ أَحَدٍ مّنْهُم مّاتَ أَبَداً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan janganlah kamu sekali-kali shalat atas seorang yang mati di antara mereka” (At Taubah: 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya makna shalat secara bahasa berarti doa, dan secara syar’i makna shalat di sini adalah berdiri di hadapan orang yang meninggal dunia untuk mendoakannya dengan tata cara tertentu. Maka didahulukanlah makna syar’i, karena maksud dari mutakallim (orang yang bicara) adalah apa yang dipahami oleh mukhathab (orang yang diajak bicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun larangan mendoakan mereka secara mutlak, maka berasal dari dalil yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh ayat yang di dalamnya mengandung perbedaan di antara dua makna, lalu didahulukan makna lughawi karena ada dalil yang menguatkan adalah firman Allah subhanahu wata’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهّرُهُمْ وَتُزَكّيهِمْ بِهَا وَصَلّ عَلَيْهِمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka” (At Taubah: 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan shalat di sini adalah doa, dengan dalil apa yang diriwayatkan oleh Al Imam Muslim dari Abdullah bin Abi ‘Aufa [8], dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apabila Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dikirimi shadaqah dari suatu kaum, beliau mendoakan mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bapakku mendatangi beliau dengan membawa shadaqah, lalu beliau berdoa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah, berikanlah keselamatan atas keluarga Abu ‘Aufa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan contoh ayat yang mengandung kesamaan makna syar’i dan makna lughawi banyak sekali, seperti السَّمَآءُ (langit), الأَرْضُ (bumi), الصِّدْقُ (kejujuran), اْلكَذِبُ (kedustaan), الحَجَرُ (batu), dan الإنْسَانُ (manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan oleh Abu Umar Al Bankawy untuk blog http://ulamasunnah.wordpress.com dari Kitab Ushul Fit Tafsir karya Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, halaman 30-33, terbitan Darul Ibnil Jauzy, KSA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Abi Hatim dalam Tafsir beliau (2/1945), hadits nomor 10341. Dikeluarkan pula oleh Al Lalika-i dalam Syarh Ushul I’tiqad jilid kedua (3/458-459), hadits nomor 785&lt;br /&gt;2. Dikeluarkan oleh Al Imam Ath Thabrani dalam tafsir beliau (15/69), hadits no 17633, dan Al Lalika-i dalam Syarh Ushul I’tiqad, jilid kedua (3/456).&lt;br /&gt;3. Dikeluarkan oleh Al Imam At Thabrani dalam tafsri beliau (15/67), hadits nomor 17631, dan Al Lalika-i dalam Syarh Ushul I’tiqad, jilid kedua (3/456-457).&lt;br /&gt;4. Dikeluarkan oleh Al Imam Muslim halaman 709, Kitabul Iman, Bab 80 Penetapan Bahwa Kaum Mukminin Melihat Rabb mereka subhanahu wata’ala di Hari Akhir, nomor hadits 449 [297] 181, 450 [297] 181.&lt;br /&gt;5. Dikeluarkan oleh Al Imam Muslim halaman 1020, Kitabul Imarah, Bab 52 Keutamaan Melontar dan Anjuran untuk Melakukannya. Hadits no 4946 [167] 1917. At Tirmidzi hal. 1963, Kitab Tafsir Al Qur’an, Bab 8, Tafsir Beberapa Ayat dari Al Anfaal, hadits nomor 3083. Di dalam sanad At Tirmidzi ada rawi yang mubham. Dikeluarkan pula oleh Abu Dawud hal. 1409, Kitabul Jihad, bab 23 Permasalahan Melontar, hadits no. 2514. Ibnu Majah halaman 2647, Kitabul Jihad, bab 19: Melontar di Jalan Allah, hadits nomor 2813, dan dikeluarkan pula oleh yang selain mereka.&lt;br /&gt;6. Dikeluarkan oleh Abdurrazzaq di dalam Al Mushannaf (1/134). Dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf beliau (1/192)&lt;br /&gt;7. Majmu’ Fatawa&lt;br /&gt;8. Dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari hal 342, Kitab Al Maghazi, bab 36 Perang Hudaibiyah. Hadits no 4166, dan Muslim 849, Kitabuz Zakah, Bab 54: Doa bagi Orang yang Memberi Shadaqah, hadits no 2492 [176] 1078... dmikian,semoga brmanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-1045604852429714805?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/1045604852429714805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/04/cara-yang-benar-dalam-mnafsirkn-al-qur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/1045604852429714805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/1045604852429714805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/04/cara-yang-benar-dalam-mnafsirkn-al-qur.html' title='Cara yang Benar dalam mnafsirkn Al Qur an...'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-491116737784433951</id><published>2010-04-13T01:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T02:26:39.810-07:00</updated><title type='text'>tetep bertaqwa walaupun di depan komputer/hp/laptop/rental</title><content type='html'>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (QS. Maryam: 96)smoga,kita trmasuk hamba ALLOH yg di Sayanginya, di Dunia &amp; Akhirot....eeeee...Afwan Assalamua'alaikum warohmatullohi wabarokatuh... Ya ,saodaraku FiiLLah.INGAT Nikmat pagi ini,pemberian ALLOH, mariSlalu brsyukur stiap Waktu,mari sholat DHUHA..kalau prlu,ajak\ingatkn yg lain..(. ada4 Perkara orang yg diberiNya sungguh sebaik2nya dunia dan akhirat:&lt;br /&gt;1. Hati yg Bersyukur,&lt;br /&gt;2. Lisan yg Berdzikir,... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;3. Badan yg Sabar thdp cobaan,... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;4. Istri yg tdk khianat thdp diri &amp; harta suami,... Lihat Selengkapnya di kitab... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;Al- Targhib wa Al Tarhib 2:398 dan Kanz AL-'UMMAL 43416 ).Termasuk kita masih menikmati seteguk air dan sesuap nasi, (NIKMATI DAN SYUKURI.)&lt;br /&gt;Itulah yang kelak dipinta penghuni neraka. "Dan penghuni neraka menyeru&lt;br /&gt;penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang&lt;br /&gt;telah direzkikan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (air dan makanan) atas orang-orang kafir." (Q.S: Al-A'raf : 7),Sahabatku, marilah kita senantiasa melatih diri untuk menyingkirkan segala penyebab yang potensial bisa menimbulkan ketidaknyamanan di dalam hati ini. Karena dengan hati yang nyaman indah dan lapang niscaya akan membuat hidup ini terasa damai. karena berseliweran aneka masalah sama sekali tidak akan pernah membuat diri terjebak dalam kesulitan hidup karena selalu mampu menemukan jalan keluar terbaik dengan izin Allah. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi,kita akhiri kisah ini dengan sabda Nabi SAW, "Innallâha lâ yanzhuru illâ shuwarikum walakinallâha yanzhuru illâ qulûbikum. Ketahuilah, sesungguhnya Tuhan tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Tuhan perhatikan adalah hati kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;;"السلام عليكم.Ya,akhi\ukhti,,mariprbanyak\istighfar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..slalu zdikir,Do'a kpd ALLoh&amp;Sholawat tukNabiصلي الله علي محمد صلي&lt;br /&gt;اللهعلية وسلم,.&amp; trutama SOLAT &amp;puasa SUNNAH,ini kamis nanti&lt;br /&gt;sahur ya,,juga ajak\ingatkn saudara kita yg lainya..smga kita smua slamat&amp;bahagia... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;diDunia &amp;Akhirot.dngan ROHMATnya ALLOH TA'ALA...Ya,Akhi\Ukhti Fillah,walao di dpan computer,mari tetap brusaha Zuhud&amp;manfaatkn waktu ntuk kbaikn...+-kata syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :&lt;br /&gt;الزهد&lt;br /&gt;ترك ما لا ينفع في الآخرة الورع&lt;br /&gt;ترك ما تخاف ضرره في الآخرة&lt;br /&gt;... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;“Zuhud adalah&lt;br /&gt;meninggalkan apa-apa yang tak berfaidah bagi akhirat, wara’ adalah meninggalkan&lt;br /&gt;apa-apa yang membuatmu takut akan bahayanya terhadap akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ini RENUNGAN wahai kawan)" Bahwa,setiap langkah yg terlewati pasti akan ditagih Tanggung Jawabnya, Semua jalan yg dilalui akan diminta kesaksiannya atas diri &amp; sluruh indera akan diminta brbicara ttg apa2 yg prnh trcipta. DAN HARI INI, msh saja "AKU" lalai, msh jg lengah shingga trus mnciptakan kesilapan. WALAU SEGUNUNG PERINGATAN DIDENGAR, mulut... Lihat Selengkapnya msh dusta,telingga tak mampu membendung irama2 lalai&amp;msh saja ada perbuatan lalai. SEDANGKAN.. setiap hari, paling kurang 5 x lidah mengucap, tangan ditengadahkan, mata menitikan butir bening, sekaligus memohon perlindungan pada ALLAH, agar dijauhkan dari dosa &amp; kesalahan. TETAPI..masih juga langkah menuju arah keliru. "SETIAP HARI MENANGIS,SETIAP HARI MEMOHON AMPUNAN, TETAPI STIAP HARI JUGA BERBUAT KESALAHAN. HARI INI MENCIPTAKAN DOSA, ESOK SIBUK BERSUJUD, MELULUHKAN AIR MATA, MENYUSUN KALIMAH DOA &amp; AMPUNAN, MENGAYAM PERMOHONAN.. AGAR ALLAH TA’ALA MENGHAPUSKAN DOSA." WAHAI DIRIKU… JANGAN BERTANGUH-TANGUH LAGI !!! KARENA, entah sedetik kemudian mgkin tak lagi sempat memohon keampunan-NYA. LUPAKAH DIRI BAHWA WAKTU BEGITU CEPAT BERLALU. LUPAKAH DIRI BAHWA MENYESAL DIAKHIRAT HANAYLAH SIA2 YANG NYATA; BAGAIMANA JIKA ESOK TAK PERNAH DATANG LAGI. PADAHAL BARU SAJA SEHARIAN INI DIRI BERENANG DILAUTAN DOSA, BELUM SEMPAT MENGHAPUS NODA HARI INI, KEMARIN, SEMINGGU atau SEBULAN LALU. BAGAIMANA JIKA ALLAH TIDAK BERKENAN MEMBUKAKAN MATA SETELAH SEPANJANG MALAM TERLELAP??,bgaimana Jika Ttba tiba Jantung &amp; Nafas brhenti Tuk slamanya&lt; BAGAIMANA JIKA PERTEMUAN DAN KERIANGAN BERSAMA KELUARGA SEMALAM\aktifitas Siang tadi ADALAH YG TERKAHIR KALINYA. KETIKA ESOK HARINYA BADAN INI SUDAH TEBUJUR KAKU, !!??..UNTUK ITU,Stiap WAKTU, MaRi,SLALU BERTAQWA Kpada ALLOH TA'ALA (Yg Tlah Berfirman&lt;..."WALA TA MUTU ILLA WANTUM MUSLIMUuN"...&gt;) ""YA..ALLOH kami smua mngemis\memohon kpdamu berilah MA'UNAH,IstiQoMaH HIDAYAH untuk IBADAH,DA'WAH HIDUP BAHAGIA+SLAMAT BAROKAH,FIISABILILLAH berDASAR AL-QUR*AN &amp; SUNNAH,&amp;smga dpat Hadiah Mati SYAHID+HUSNUL HOTIMAH,Dpat NIKMAT di A'LAM BaRzah,+dpat SYAFA'AT di YAUMiLQIYYAMAH,smga Langsung DIMASUKkan ke JANNAH biGHOIRI HISAb..BIRROHMATIKA YA..ARHAMARROHIMIN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari kita masih sering mensia-siakan waktu yang kita miliki selama hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Mungkin sebagian dari kita ada yang berpikir, nanti saja, kalau sudah menjelang tua baru memperbaiki ibadah kepada Allah. Biasanya orang menunda amal kebaikan karena lebih mengutamakan dunia dan tidak mementingkan akhirat. Contohnya, karena kesibukan segala aktifitas urusan dunia, seseorang jadi sering menunda-nunda kewajiban amal ibadah atau amal kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal hal ini sangat salah, karena kita tidak pernah tahu, sampai kapan kita akan hidup di dunia ini. Kita tidak bisa memastikan bahwa kita akan dapat hidup sampai tua nanti. Bisa saja kematian mendatangi kita disaat kita masih muda belia. Lalu mengapa kita harus menunda-nunda amal ibadah dan kebaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah setiap tarikan dan desahan nafas kita, saat kita menjalani waktu demi waktu, adalah merupakan langkah menuju kubur. Dan waktu yang kita jalani hidup di dunia ini, sebenarnya sangat singkat, karena itu sangat ruginya kita apabila kita menjalaninya dengan sesuatu yang tidak berharga. Kita sia-sia kan waktu dan kesempatan hidup di dunia ini, dengan melakukan hal-hal yang tidak membawa kemaslahatan dunia akhirat kita.... Lihat Selengkapnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada suatu nafas yang terlepas dari kita, melainkan disitu pula ada takdir Allah yang berlaku atas diri kita.” Karena itu, hendaklah kita selalu menjaga, agar dalam setiap nafas kita, selalu kita upayakan dengan sekuat tenaga, agar kita tetap berada dalam keimanan dan ketaatan pada-Nya, serta jauh dari maksiat dan perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali orang yang membuang-buang waktunya hanya untuk hal-hal yang tidak berguna. Dan kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa mereka telah mensia-siakan waktu yang tidak akan mungkin kembali lagi. Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”&lt;br /&gt;(QS. Al-Hasyr [59] : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an Surah Al-Ashr (103) ayat 1-3, Allah SWT berfirman yang artinya sebagai berikut::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Demi masa.&lt;br /&gt;2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,&lt;br /&gt;3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, ”Ada dua nikmat, di mana banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori). Hadits ini menjelaskan pentingnya memanfaatkan kesempatan (waktu), karena tanpa disadari banyak orang terlena dengan waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali dalam bukunya Khuluqul Muslim menerangkan waktu adalah kehidupan. Karena itu, Islam menjadikan kepiawaian dalam memanfaatkan waktu termasuk di antara indikasi keimanan dan tanda-tanda ketakwaan. Orang yang mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan esok masih ada waktu merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal ia tidak pernah datang untuk kedua kalinya atau tidak pernah terulang. Dalam pepatah Arab disebutkan ”Tidak akan kembali hari-hari yang telah lampau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu jangan sia-siakan waktu, manfaatkanlah segera :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu muda sebelum datangnya tua&lt;br /&gt;2. Waktu sehat sebelum datang sakit&lt;br /&gt;3. Waktu kaya sebelum datangnya miskin&lt;br /&gt;4. Waktu luang sebelum datangnya sempit&lt;br /&gt;5. Waktu hidup sebelum datangnya mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan baik amalannya, dan sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang diberi panjang umur dan jelek amalannya.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Barzah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya tentang 4 perkara : Tentang umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia gunakan, hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan, dan ilmunya, apa yang diamalkannya.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan hadits diatas, dimana kelak kita akan ditanya tentang 4 perkara, tentang umur kita selama kita hidup didunia ini, kita habiskan masa muda kita untuk apa? Alangkah sangat menyesalnya kita, jika ternyata kita menghabiskan masa muda kita untuk hal-hal yang tidak berguna dan berdosa. Kita pun akan sangat menyesal apabila ternyata harta yang kita miliki, kita peroleh dengan cara yang tidak halal dan membelanjakannya untuk sesuatu yang tidak halal juga. Kita pun akan sangat menyesal kelak, apabila ilmu yang dianugerahkannya, justru malah kita gunakan untuk bermaksiat pada-Nya. Misalnya dengan menggunakan ilmu dan kepandaian kita miliki untuk menipu, memanipulasi dan berbuat kecurangan selama hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sebelum terlambat, sebelum kematian mendatangi kita, marilah kita memanfaatkan waktu yang tersisa dari umur kita ini untuk hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat kita. Marilah kita perbanyak berbuat kebaikan, jangan menunda-nunda amal kebaikan, karena belum tentu besok kita masih punya waktu untuk melaksanakannya. Kita tidak pernah tahu kapan ajal datang menjemput kita. Dan alangkah sangat menyesalnya kita, apabila dalam hidup kita yang singkat ini, lebih banyak kita lewati dengan melakukan hal-hal yang akan kita sesali di akhirat kelak. Karena waktu yang sudah lewat, tidak akan pernah bisa kembali lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-491116737784433951?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/491116737784433951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/04/sesungguhnya-orang-orang-yang-beriman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/491116737784433951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/491116737784433951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/04/sesungguhnya-orang-orang-yang-beriman.html' title='tetep bertaqwa walaupun di depan komputer/hp/laptop/rental'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-7665599245187640837</id><published>2010-03-27T18:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T19:05:01.843-07:00</updated><title type='text'>MEROKOK DILIHAT DARI SUDUT PANDANG KEDOKTERAN DAN ISLAM</title><content type='html'>Bismillahir rohmanir rohim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saudaraku semuanya, ingat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa Merokok adalah kebiasaan buruk sebagian besar orang. Tanpa berpikir panjang dan jernih, mereka menghisap racun yang membunuh diri mereka secara perlahan-lahan. Sudah jelas bahkan, di dalam bungkus rokok itu sendiri sudah tertulis ”Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin”. Namun, tulisan tersebut seolah-olah hanya hiasan yang memperindah bungkus rokok tersebut. Suatu pertanyaan yang besar, apakah mereka buta huruf sehingga tulisan yang sebesar itu tidak bisa mereka baca?? Ataukah mata mereka sudah buta sehingga tulisan yang sebesar itu tidak dapat mereka lihat????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita bandingkan dengan tulisan-tulisan lain. Ketika ada tulisan ”Awas ada anjing galak!! Apa yang akan Saudara lakukan? Mungkin Saudara akan jalan dengan hati-hati atau bahkan mungkin Saudara akan mencari jalan lain sehingga tidak melewati jalan yang ada anjing galak tersebut. Ketika ada tulisan ”Awas kawat ini mengandung listrik!! Apa yang Saudara lakukan? Beranikah Saudara memegang kawat tersebut? Kalau Saudara waras pasti Saudara akan menjauhi kawat tersebut. Lalu kenapa ketika ada peringatan keras tentang bahaya rokok, Saudara tetap saja menghirupnya dengan nikmat. Apakah Saudara pantas dikatakan orang waras? Apakah Saudara pantas dikatakan orang berakal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tulisan yang baru saja Saudara baca dan yang akan Saudara baca sama nilainya dengan tulisan-tulisan lain yang menyeru untuk meninggalkan rokok. Mungkin Saudara menganggapnya sampah, atau hanya sekedar angin lalu. Namun begitu, keadaan Saudara, sedikit pun tidak menyurutkan saudaramu ini yang sangat mencintaimu untuk menulis artikel ini. Justru saudaramu ini akan semakin bersemangat untuk menyampaikan kebenaran. Berikut ini akan saya uraikan tentang merokok dilihat dari sudut pandang kedokteran dan sudut pandang Islam sebagai dien (agama) yang lurus dan benar yang tidak ada sedikit pun keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDOKTERAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok meningkatkan risiko keseluruhan kematian sebesar 70% dibandingkan kepada bukan perokok, dan perokok meninggal 5-8 tahun lebih awal dibandingkan bukan perokok. Merokok adalah satu-satunya faktor lingkungan terpenting yang turut memberikan kontribusi terhadap kematian dini di Amerika dan Inggris. Tembakau mengandung nikotin, yang diabsorbsi melalui mukosa mulut masuk ke dalam aliran darah. Kecanduan terjadi akibat penggunaan yang terus menerus. Tembakau meningkatkan risiko kanker mulut dan menyebabkan kerusakan gusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inhalasi asap rokok menyebabkan efek toksik (racun) pada saluran napas atas dan paru; kerusakan pada organ jauh (jauh dari sumber masuknya asap rokok) terjadi melalui absorbsi zat toksik ke dalam aliran darah atau ekskresinya di dalam urin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok secara langsung berimplikasi sebagai penyakit bronkitis kronis dan emfisema (merupakan penyakit paru obstruktif kronis). Merokok merupakan kontributor penting pada penyakit kanker paru, terutama karsinoma skuamosa dan karsinoma sel kecil yang tidak terdiferensiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok secara statistik juga berkaitan dengan insidensi beberapa kanker lain, khususnya kandung kemih, rongga mulut, laring, dan oesophagus. Merokok juga merupakan faktor risiko utama berkembangnya penyakit vaskuler aterosklerotik, yang dapat menyebabkan penyakit jantung iskemik dan penyakit serebrovaskuler (seperti stroke).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farmakologi dari rokok :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.kandungan aktif : nikotin (C10H14N2).&lt;br /&gt;2.zat adiktif : nikotin.&lt;br /&gt;3.dosis per inhalasi : 50-150 μg.&lt;br /&gt;4.dosis per sigaret : 1-2 mg.&lt;br /&gt;5.dosis letal : 50 mg.&lt;br /&gt;6.absorpsi : dari paru saat itu juga, lewat bucal lebih lambat.&lt;br /&gt;7.waktu paruh : kadar menurun cepat, memerlukan dosis baru tiap 30-40 menit pada adiksi. Oleh karena itu, orang yang kecanduan akan terus menginginkan rokok begitu rokok habis.&lt;br /&gt;8.zat toksik lain : sejumlah karsinogen.&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit yang insidensi dan keparahannya meningkat pada perokok :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kanker Paru (10 X)&lt;br /&gt;2.Penyakit paru obstruktif kronis (10X).&lt;br /&gt;3.Penyakit aterosklerotik (2X).&lt;br /&gt;4.Ulkus peptikum kronis (2-3 X).&lt;br /&gt;5.Kanker rongga mulut dan lidah (5X).&lt;br /&gt;6.Kanker laring dan faring (5X).&lt;br /&gt;7.Kanker kandung kemih (5X).&lt;br /&gt;8.Kanker esofagus (5X)&lt;br /&gt;(diambil dari buku Ringkasan Patologi Anatomi karya Parakrama Chandrasoma, MD, MRCP (UK) dari Associate Professor of Patology University of Southern California Los Angeles dan Clive R. Taylor, MD, Dphil, FRCPath seorang professor dan kepala bagian patologi University of Southern California Los Angeles)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak penyakit yang penyebab awalnya adalah merokok, apakah yang seperti ini masih dianggap tidak berbahaya. Masih bernapas lega kah Saudara membacanya? Itu belum seberapa, berikut akan saya uraikan masing-masing dari penyakit tersebut terkait dengan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kanker Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker paru sekarang ini telah menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada laki-laki maupun perempuan. Peningkatan ini diyakini berkaitan dengan makin tingginya kebiasaan merokok yang sebenarnya dapat dihindari. Merokok berperan 85% dari seluruh kasus daripada faktor-faktor lainnya. Banyak bukti statistik yang menunjukannya. Tiga penelitian prosprektif yang melibatkan hampir 200.000 laki-laki berusia 50-69 tahun yang diteliti selama 44 bulan menyatakan bahwa angka kematian akibat kanker paru per 100.000 orang adalah 3,4 diantara laki-laki yang tidak merokok, 59,3 diantara mereka yang merokok 10-20 batang sehari, dan 217,3 diantara mereka merokok 40 batang atau lebih dalam sehari (Price dan Wilson, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penelitian telah menunjukan bahwa pada orang-orang yang tidak merokok, tetapi mengisap asap dari orang lain, risiko mendapatkan kanker paru meningkat dua kali. Kematian akibat kanker paru juga dikaitkan dengan polusi udara, tetapi pengaruhnya kecil bila dibandingkan dengan merokok. Beberapa penelitian juga menunjukan bahwa perokok yang makanannya rendah vitamin A memiliki risiko yang lebih besar untuk terjadinya kanker paru (Price dan Wilson, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mangandung banyak karsinogen, diantara yang terpenting adalah tar. Walaupun zat tersebut merupakan karsinogen kerja langsung pada kulit, zat tersebut bertindak sebagai prokarsinogen untuk menimbulkan kanker paru dan kandung kemih. Tar yang terhirup, diubah di hati menjadi epoksid oleh enzim mikrosom, yaitu hidroksilase hidrokarbon aril. Epoksid ini merupakan senyawa aktif yang bergabung dengan guanin di dalam DNA, yang menimbulkan transformasi neoplastik (mengakibatkan kanker). Perokok yang menderita kanker paru terlihat mempunyai kadar hidroksilase hidrokarbon aril yang lebih tinggi dalam jumlah bermakna dibanding bukan perokok atau perokok yang tidak menderita kanker. Risiko timbulnya kanker bervariasi pada berbagai penilitian, tetapi sekitar 10 kali lebih tinggi pada seseorang yang merokok sebungkus dalam sehari selama 10 tahun dibanding bukan perokok. Jika seorang perokok berhenti merokok, risiko ini turun hampir mendekati bukan perokok setelah sekitar 10 tahun tanpa rokok (Chandrasoma dan Taylor, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyakit Paru Obstruktif Kronis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah sekelompok penyakit paru yang berlangsung lama dan ditandai oleh peningkatan resistensi terhadap aliran udara. PPOK terdiri dari bronkitis kronis dan emfisema. Diperkirakan 16,2 juta orang Amerika menderita bronkitis kronis dan emfisema atau keduanya, yang menyebabkan 112.584 kematian pada tahun 1998. Insiden PPOK meningkat 450% sejak tahun 1950 dan sekarang merupakan penyebab kematian terbanyak ke-4. Salah satu penyebab PPOK adalah rokok. Orang yang merokok akan mengalami gangguan dalam pembersihan paru. Paru yang tidak bersih akan menyebabkan radang, radang tersebut akan menyumbat jalan napas. Karena sedikitnya udara yang masuk akibat sumbatan timbulah hipoventilasi, dan akhirnya terjadilah penyakit bronkitis kronis. Selain itu obstruksi (sumbatan) akan merusak alveolar dan dinding bronkial, yang menyebabkan saluran napas kolaps, akhirnya terjadilah bronkitis (Price dan Wilson, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok juga bertindak sebagai iritan lokal, menyebabkan hipertrofi kelenjar mukus bronkial, peningkatan jumlah sel mukus, hipersekresi mukus, dan peningkatan jumlah netrofil. Kejadian ini meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri. Merokok secara langsung mendorong pelepasan elastase dari netrofil, suatu enzim proteolitik yang akan merusak elastisitas alveolus, sehingga cenderung mengakibatkan emfisema (Chandrasoma dan Taylor, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyakit Aterosklerotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aterosklerosis adalah penyakit yang melibatkan aorta, cabang-cabangnya yang besar dan arteri berukuran sedang, seperti arteri yang menyuplai darah ke bagian-bagian extermitas, otak, jantung, dan organ dalam utama. Bila menyerang otak dapat menyebabkan stroke, bila menyerang jantung mengakibatkan penyakit jantung, dll.. Lebih dari 4 juta orang Amerika secara klinis terbukti menderita aterosklerosis, 1,25 juta serangan jantung dan 500.000 stroke setiap tahun. Lebih dari 800.000 serangan ini bersifat fatal, dan merupakan 40% dari seluruh kematian di Amerika, statistik serupa juga berlaku di Eropa Barat, sedikit lebih rendah di negara berkembang (Chandrasoma dan Taylor, 2006; price dan Wilson,2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merokok dapat merangsang proses aterosklerosis karena efek langsung terhadap dinding arteri. Karbon monoksida (CO) dapat menyebabkan hipoksia jaringan arteri, nikotin menyebabkan mobilisasi katekolamin yang dapat menambahkan reaksi trombosit dan menyebabkan kerusakan pada dinding arteri, sedang glikoprotein tembakau dapat menimbulkan reaksi hipersensitif dinding arteri (Kusmana dan Hanafi, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gastropati Erosif Akut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah penyakit lambung dengan ciri mukosa mengalami hipereremi difus, dengan ulkus dan erosi permukaan yang banyak dan kecil. Merokok dapat menghambat sintesis prostaglandin dan cenderung menyebabkan ulserasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana perasaan Saudara sekarang?? Begitu banyak penyakit yang dapat disebabkan oleh rokok. Masihkah Saudara mau menghisap benda yang dapat menyebabkan kesehatan Saudara terancam. Begitu besarkah hawa napsu Saudara sehingga membutakan hati dan pikiran untuk dapat melihat yang lebih baik untuk kehidupan. Atau mungkin otak Saudara sudah tumpul karena ditutupi oleh asap rokok. Saya sama sekali tidak mau melarang siapa pun, dan saya sangat menghargai Saudara. Saya hanya mau mengajak siapa pun yang mau berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah membahas pandangan kedokteran terhadap rokok. Didapatkan kesimpulan bahwa rokok menimbulkan berbagai macam penyakit baik bagi diri sendiri maupun orang lain yang menghirup asap rokok tersebut. Bahkan orang lain yang menghirup asap rokok darinya lebih berbahaya dan lebih besar risiko terkena penyakit. Kita juga sudah melihat data statistik kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok. Sebelum membahas lebih jauh tentang pandangan Islam terhadap rokok, kami mau mengajak Saudara bertanya, Kenapa Saudara merokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, ingatlah selalu sebelum segala sesuatu, bahwasannya Anda adalah seorang hamba bagi Alloh. Sesungguhnya diantara konsekuensi penghambaanmu kepada Alloh subhanahu wataala adalah kamu mentaati-Nya dan tidak mendurhakai-Nya, kamu mensyukuri-Nya dan tidak mengkufuri-Nya, serta kamu senantiasa mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Saudara harus mengetahui Dia memerintah dan melarangmu. Dia memerintahkan kepadamu segala kebaikan yang di dalaqmnya terdapat kebaikan dan keselamatanmu, dan Dia melarangmu dari segala sesuatu yang bisa mengantarkanmu kepada kesengsaraan serta buruknya akibat di dunia dan akhiratmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila itu telah tertancap kokoh di hatimu, maka ingatlah wahai saudaraku tercinta beberapa perkara berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merokok itu sesuatu yang khobits (buruk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sudah kami jelaskan di atas dari segi kedokteran dan ilmu pengetahuan, dan akan kami jelaskan dari segi Islam di bawah) Sedangkan Robb-mu di dalam Al Quran mengatakan : ”Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” {QS Al-A’raaf: 157).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merokok termasuk perbuatan mubadzir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Rabb-mu subhanahu wataala telah berfirman : ”Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabb-nya.” {QS Al-Israa’: 26-27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda ridho termasuk dalam jumlah orang-orang yang dicap sebagai pemboros dan menjadi teman syaithan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA ANDA MEMBAKAR UANG, PASTI AKAN DIKATAKAN GILA. LALU APA BEDANYA MEMBAKAR UANG DENGAN MEMBAKAR ROKOK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merokok adalah perbuatan yang berlebih-lebihan / melampaui batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Alloh subhanahu wataala berfirman : ”Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” {QS Al-’Araaf: 31}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merokok sama saja bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Merokok meningkatkan risiko keseluruhan kematian sebesar 70% dibandingkan kepada bukan perokok, dan perokok meninggal 5-8 tahun lebih awal dibandingkan bukan perokok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Alloh tabaroka wa ta’ala berfirman : ”Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukannya ke dalam neraka, Yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.” {QS An-Nisa’: 29-30}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Merokok sama saja melemparkan diri dalam jurang kebinasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Alloh subhanahu wata’ala berfirman : ”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat baik.” {QS Al-Baqoroh: 195}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Merokok dapat menimbulkan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Rosululloh bersabda : ”Tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” {HR Malik dalam ”Al-Muwatho” Kitabul Aqdliyah, Kitabul Qodla’ fil Mirfaq (31), Ibnu Majah (2/75-85) dishohihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kemudian wahai saudaraku tercinta, bagaimana kamu menyenangkan dirimu dengan cara mengganggu hamba-hamba Alloh tatkala Anda merokok, Engkau cemari udara, Engkau lukai perasaan orang lain, Engkau ganggu mereka dengan bau tidak sedap, Engkau bahayakan mereka dengan asap rokok-mu bahkan dua kali lebih berisiko terkena penyakit, terlebih lagi kalau Anda merokok di tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda belum pernah mendengar firman Alloh tabaroka wata’ala : ”Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” {QS Al Ahzab: 58}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Istri anda yang tercinta yang telah mempersembahkan cinta sucinya kepada Anda, harus menanggung akibatnya sehingga dia tidak bisa mendapatkan nafkah biologis (maaf, karena mungkin Anda impotensi), begitu juga dia tercemari bau yang tidak sedap dari Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda belum mendengar firman Alloh subhanahu wata’ala : ”Dan para wanita itu mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” {QS Al-Baqoroh: 228}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anak adalah dambaan setiap orang tua, memiliki keturunan akan selalu diusahakan oleh orang-orang yang berakal. Namun, Anda telah memutus keberadaan mereka, bahkan rokok dapat merusak kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kesehatan anak merupakan kenikmatan yang sangat nampak dan pemberian yang sangat agung. Apabila mereka sehat, maka menjadi sebab kebahagian bagi orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang Engkau lakukan, Engkau menjadi sebab timbulnya penyakit pada diri-diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kehidupan sangatlah berharga. Kehidupan itu sendiri amatlah singkat. Namun, Engkau mengurangi waktu kehidupan yang singkat tersebut. Orang yang tidak merokok lebih panjang umurnya dari pada perokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan : Bagaimana mungkin rokok bisa mengurangi umur padahal Alloh telah menentukan dan mencatat takdir seluruh makhluk sebelum Alloh menciptakan langit dan bumi. Lalu bagaimana dengan firman Alloh : ”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu (aja); maka apabila telah datang waktunya (ajalnya), mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula memajukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jawabannya : Asy Syaikh Muhammad bin Ibrohim Al-Hamd menjawab, tidak ada pertentangan dalam masalah ini. Sebagaimana Alloh subhanahu wata’ala telah menetukan dan menulis takdir seluruh makhluk, yang diantaranya Alloh mentakdirkan ajal mereka dengan waktu dan umur tertentu. Maka demikian juga Alloh mengaitkan antara sebab dan akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sehat, bagusnya makanan dan udara, serta mengkonsumsi barang-barang yang bisa menguatkan badan dan hati termasuk sebab yang bisa memanjangkan umur. Maka demikian pula hal yang berkebalikan dari hal tersebut. Termasuk di dalamnya merokok yang tergolong sebagai sebab yang bisa mengurangi umur. Dengan demikian tidak ada pertentangan antara takdir Alloh yang telah mendahului dengan hubungan antara akibat dan sebab. Kenyang misalnya, ditakdirkan dengan makan, lepas dahaga ditakdirkan dengan minum, didapatkan keturunan ditakdirkan dengan jima’, panen dihasilkan dengan menunai benih, demikan seterusnya…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan disana ada beberapa perkara robbaniah maknawiah yang dengannya bisa bertambah umur seseorang, seperti silaturrohmi, istighfar, dan amalan-amalan secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disana ada perkara-perkara maknawiah yang bisa menjadi sebab berkurangnya umur, seperti perbuatan dosa dan maksiat secara umum. Mungkinkah orang yang berakal mengatakan bahwa adanya hubungan antara sebab dengan akibat bertolak belakang dengan takdir yang telah terdahulu, atau meniadakannya dari berbagai segi? Apabila telah jelas permasalahan ini, maka kita bisa mengetahui bahwa merokok bisa mengurangi umur dilihat dari dua sisi : yakni sisi bahwa merokok itu termasuk kemaksiatan kepada Alloh dan dari sisi dampak negatifnya terhadap kesehatan. Silakan lihat ”Al Iman bil Qodlo’ wal Qodar” karya penulis (Syaikh Muhammad bin Ibrohim Al-Hamd).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku tercinta…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua ini, belum puaskah juga Anda, tentang bahaya, keharaman, dan dampak negatif merokok?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dari penjelasan yang telah berlalu terdapat ibroh (pelajaran) bagi orang yang masih memiliki hati dan mencurahkan pendengaran dalam keadaan dia sadar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian kapan Anda akan melepaskan diri dari rokok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda merasa sulit? Tidak wahai Saudaraku! Setiap penyakit pasti ada obatnya, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, dan tidaklah ada kunci melainkan ada geriginya, jikalau tidak maka apa artinya kunci!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalkan aktivitas merokok dengan segera. Bertakwalah kepada Alloh dengan sebenar-benar takwa, segera minta ampun atas kelalaian dan dosa-dosa yang telah dilakukan. Berdo’alah dan minta pertolongan kepada Alloh, karena do’a adalah sebab terbesar yang bisa membantu menolak bala dan mengangkatnya. Do’a bermanfaat bagi sesuatu yang telah turun maupun yang belum turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alloh subhanahu wata’ala berfirman : ”Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu.” {QS Ghofir: 60}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikkian uraian singkat ini, semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi orang-orang yang Alloh beri petunjuk. Kekurangan yang ada, itu semua bersumber dari kelemahan, keterbatasan, dan kefakiran saya. Anda dapat membaca rokok dalam pandangan Islam lebih lengkap dalam buku ”Stop Merokok Plus 13 Himbauan dan Nasihat untuk Penjual Rokok” yang diterbitkan oleh Maktabah Al-Ghuroba’, jalan Sakura II Rt 02/V no. 08, Mantung Tengah, Sanggrahan Sukoharjo 57500, telp 0271-7507345, email : makt.alghuroba@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedokteran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Chandrasoma dan Taylor. 2006. Ringkasan Patologi Anatomi. Ed: ke-2. Jakarta : EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kusmana dan Hanafi. 2003. Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner. Dalam : Buku Ajar Kardiologi. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Price dan Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Ed: Ke-6. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Syaikh Muhammad bin Ibrohim Al-Hamd. 2007. Stop Merokok Plus 13 Himbauan dan Nasihat untuk Penjual Rokok. Sukoharjo : Penerbit Al-Ghuroba’.&lt;br /&gt;mayoritas ulama mengharamkan rokok dan kalau kita mengaku mengikuti para ulama ahlus sunnah wal jama'ah mari ikut mengharamkan rokok, jangan menjadi ahlul makruh wal jamaah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-7665599245187640837?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/7665599245187640837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/merokok-dilihat-dari-sudut-pandang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/7665599245187640837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/7665599245187640837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/merokok-dilihat-dari-sudut-pandang.html' title='MEROKOK DILIHAT DARI SUDUT PANDANG KEDOKTERAN DAN ISLAM'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-4909712492282274419</id><published>2010-03-27T18:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T18:52:57.973-07:00</updated><title type='text'>ayo mengingat kematian 2</title><content type='html'>Quss bin Sa’idah Al-Ibaadi, salah seorang hunafaa’, melantunkan sya’ir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada orang-orang dahulu yang telah pergi (mati),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari umat-umat (yang telah tiada) terdapat bukti-bukti yang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku melihat tempat-tempat yang dituju,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi kematian yang tidak ada sumber-sumbernya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat kaumku pergi menuju kematian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang besar dan anak-anak kecil,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun yakin, bahwa aku pasti akan pergi juga, ke mana kaumku telah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dinukil dari Majalah Al-Asholah, hlm: 74, 15-Robi’uts Tsani-1413 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang banyak mengingat kematian dan mempersiapkannya dengan iman yang shohih (benar), tauhid yang kholish (murni), amal yang sholih (sesuai dengan tuntunan), dengan landasan niat yang ikhlas, itulah orang-orang yang paling berakal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar, dia berkata: “Aku bersama Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam , lalu seorang laki-laki Anshor datang kepada beliau, kemudian mengucapkan salam kepada belaiu, lalu dia berkata: “Wahai Rosululloh, manakah di antara kaum mukminin yang paling utama?”. Beliau menjawab: “Yang paling baik akhlaknya di antara mereka”. Dia berkata lagi: “Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?”. Beliau menjawab: “Yang paling banyak mengingat kematian di antara mereka, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian. Mereka itu orang-orang yang cerdik”. (HR. Ibnu Majah, no: 4259. Hadits Hasan; Lihat Ash-Shohihah, no: 1384)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita renungkan sabda Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap. (HR. Bukhori; Muslim; Tirmidzi; Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYESALAN ORANG KAFIR DI SAAT KEMATIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;` Janganlah seseorang menolak keimanan dan menyepelekan amal sholih, karena suatu saat pasti dia akan menyesal. Alloh Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَتَّى إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتَ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {99} لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلآ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:”Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan. (QS. 23: 99-100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEGERA BERAMAL SEBELUM DATANG KEMATIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah seseorang selalu mengundurkan amal sholih karena kesibukan duniawi, karena selama masih hidup, manusia tidak akan lepas dari kesibukan! Orang yang berakal akan mengutamakanlah urusan akhirot yang pasti datang, dan mengalahkan urusan dunia yang pasti ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلآ أَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {9} وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْ لآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ {10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa melakukan demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS. Al-Munafiqun: 9) Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:”Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh” (QS. Al-Munafiqun: 10) Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Munafiqun: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid Al-Qoishori berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya sorga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira?! Kemungkinan apakah yang kamu nantikan?! kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Alloh) dengan perjalanan yang bagus”. (Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal: 483, tahqiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sementara, sedikit tentang dzikrul maut semoga bermanfaat. &lt;br /&gt;dan mari selalu mencari ilmu untuk bekal kehiduoan di sebelum dan setelah kematian.&lt;br /&gt;washolallohu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala 'alihi washohbihi wa sallim&lt;br /&gt;Al-hamdulillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-4909712492282274419?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/4909712492282274419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/ayo-mengingat-kematian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4909712492282274419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4909712492282274419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/ayo-mengingat-kematian-2.html' title='ayo mengingat kematian 2'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3958823878068093189</id><published>2010-03-27T18:43:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T18:47:39.860-07:00</updated><title type='text'>ayo mengingat kematian 1</title><content type='html'>saudaraku semua, ingatlah Sesungguhnya kematian merupakan hakekat yang menakutkan, akan mendatangi seluruh orang yang hidup. Semuanya tidak kuasa menolaknya, tidak ada seorangpun di sekitarnya yang mampu menahannya. Maut merupakan ketetapan Alloh, seandainya ada seseorang selamat dari maut, niscaya manusia yang paling mulia yang akan selamat. Namun maut merupakan SunnahNya pada seluruh makhlukNya. Alloh Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). (QS. 39:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada manusia kekal di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ .كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? (QS. 21:34) Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. 21:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LARI DARI KEMATIAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Alloh meliputi segala sesuatu. Dia telah menetapkan adanya kematian pada manusia, maka bagaimanapun manusia menghindar dari kematian, kematian itu tetap akan menyusulnya. Alloh Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. 4:78). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Alloh menantang kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka tidak dikuasai oleh Alloh, dengan mengembalikan nyawa orang yang sekarat, jika memang mereka benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلَوْ لآ إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ. وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ. وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لاَّ تُبْصِرُونَ. فَلَوْ لآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ. تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar. (QS. 56:83-87) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAS KEMATIAN MENDADAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berada di akhir zaman, banyak terjadi kematian mendadak, memang itu merupakan salah satu tanda-tanda hari kiamat. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ …أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah…munculnya kematian mendadak. (HR. Thobaroni; Dhiya’ Al-Maqdisi; dihasankan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami, no: 5775)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut di zaman ini benar-benar sudah nyata. Kita lihat seseorang yang sehat, kemudian mati tiba-tiba, orang-orang sekarang menyebutnya dengan “serangan jantung”! Maka orang yang berakal hendaklah memperhatikan dirinya, segera kembali dan bertaubat kepada Penguasanya, sebelum kedatangan kematian mendadak yang tidak dia sangka!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANJURAN MENGINGAT MAUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadits-hadits yang mengingatkan tentang maut, agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Dan agar dia bersiap-siap dengan perbekalan yang dia butuhkan untuk perjalanannya yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ : الْمَوْتَ , فَإِنَّهُ لَمْ يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِيْ ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ , وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan: yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya di waktu sempit kehidupannya, kecuali (mengingat kematian) itu melonggarkan kesempitan hidup atas orang itu. Dan tidaklah seseorang mengingatnya di waktu luas (kehidupannya), kecuali (mengingat kematian) itu menyempitkan keluasan hidup atas orang itu. (HR. Ath-Thobaroni dan Al-Hakim Shahih Al-Jami’ush Shaghir: no. 1222; Shohih At-Targhib, no: 3333)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syumaith bin ‘Ajlan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ جَعَلَ الْمَوْتَ نُصْبَ عَيْنَيْهِ, لَمْ يُبَالِ بِضَيْقِ الدُّنْيَا وَلاَ بِسَعَتِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya”. (Mukhtashor Minhajul Qoshidin, hal: 483, tahqiq: Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3958823878068093189?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3958823878068093189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/ayo-mengingat-kematian-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3958823878068093189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3958823878068093189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/ayo-mengingat-kematian-1.html' title='ayo mengingat kematian 1'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-4453742532256832399</id><published>2010-03-27T18:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T18:43:43.496-07:00</updated><title type='text'>macam-macam kesyirikan (mari hindari)</title><content type='html'>Saudaraku se-iman, ingat... kita harus menjauhi perbuatan syirik yang merupakan dosa paling besar, yang kalau dibawa sampai mati maka bisa menyebabkan kekal dineraka.&lt;br /&gt;adapun Pembagian syirik ada berbagai macam tergantung dikelompokkan pada kelompok yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syirik yang Terkait dengan Kekhususan Allah Ta’ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Syirik di dalam Rububiyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu meyakini bahwa selain Allah mampu menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan lainnya dari sifat-sifat rububiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Syirik di dalam Uluhiyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu meyakini bahwa selain Allah bisa memberikan madharat atau manfaat, memberikan syafaat tanpa izin Allah, dan lainnya yang termasuk sifat-sifat uluhiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Syirik di dalam Asma’ wa Sifat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu seorang meyakini bahwa sebagian makhluk Allah memiliki sifat-sifat khusus yang Allah ta’alla miliki, seperti mengetahui perkara gaib, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan kekhususan Rabb kita yang Maha Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syirik Menurut Kadarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Syirik Akbar (besar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu syirik dalam keyakinan, dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Syirik dalam berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah merendahkan diri kepada selain Allah dengan tujuan untuk istighatsah dan isti’anah kepada selain-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Syirik dalam niat, kehendak dan maksud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah manakala melakukan ibadah tersebut semata-mata ingin dilihat orang atau untuk kepentingan dunia semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Syirik dalam keta’atan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu menjadikan sesuatu sebagai pembuat syariat selain Allah Subhanahu wa Ta’ala atau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah dalam menjalankan syariat dan ridho atas hukum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Syirik dalam kecintaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah mengambil makhluk sebagai tandingan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyetarakan kecintaan makhluk dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Syirik Ashghar (kecil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu riya’, hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam, akan tetapi pelakunya wajib untuk bertaubat. Akan tetapi bukan hanya riya’ saja yang termasuk syirik Ashgar. Riya’ termasuk Syirik Ashghar namun tidak semua Syirik Ashghar hanya berupa riya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Syirik Khafi (tersembunyi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu seorang beramal dikarenakan keberadaan orang lain, hal ini pun termasuk riya’, dan hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam sebagaimana anda ketahui, namun pelakunya wajib bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syirik Menurut Letak Terjadinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Syirik I’tiqodi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirik yang berupa keyakinan, misalnya meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan kita dan memberi rizki pada kita namun di sisi lain juga percaya bahwa dukun bisa mengubah takdir yang digariskan kepada kita. Hal ini termasuk Syirik Akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam, kita berlindung kepada Allah dari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Syirik Amali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu setiap amalan fisik yang dinilai oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti menyembelih untuk selain Allah, dan bernazar untuk selain Allah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Syirik Lafzhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu setiap lafazh yang dihukumi oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti bersumpah dengan selain nama Allah, seperti perkataan sebagian orang, “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, dan “Aku bertawakal kepadamu”, “Kalau bukan karena Allah dan si fulan maka akan begini dan begitu”, dan lafazh-lafazh lainnya yang mengandung unsur kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui beberapa kategori syirik diatas dapat membantu kita untuk menghindarinya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan dalam bentuk apapun dan cara bagaimana pun. Semoga kita semua bisa terhindar dari syirik tersebut di manapun dan kapan pun jua. Wallohu a’lam bishowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-4453742532256832399?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/4453742532256832399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/macam-macam-kesyirikan-mari-hindari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4453742532256832399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4453742532256832399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/macam-macam-kesyirikan-mari-hindari.html' title='macam-macam kesyirikan (mari hindari)'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-8010195095815769363</id><published>2010-03-02T06:57:00.000-08:00</published><updated>2010-03-02T07:02:30.810-08:00</updated><title type='text'>amalan penyebab pelebur dosa</title><content type='html'>assalamualaikum, wahai saudaraku semuanya, mari kita bersyukur kepada Alloh, yang telah memberi banyak nikmat dan nikmat yang paling tinggi yaitu nikmat iman, yang dengan iman itu kita menyadari mana yang baik dan mana yang benar..&lt;br /&gt;Manusia itu sudah maklum, punya potensi berbuat salah dan dosa, dan pasti butuh ampunan Allah. Oleh karena itu Allah memberikan keutamaan dan kemurahan kepada hambaNya dengan mensyariatkan amalan-amalan yang dapat menghapus dosa disamping taubat. Sebagiannya dijelaskan dalam Al Qur’an dan sebagiannya lagi dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.Diantaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyempurnakan wudhu dan berjalan ke masjid, sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapu dosa dan mengangkat derajat. Mereka menjawab: ya wahai rasululloh. Beliau berkata: menyempurnakan wudhu ketika masa sulit dan memperbanyak langkah kemasjid serta menunggu shalat satu ke shalat yang lain, karena hal itu adalah ribath” (HR Muslim dan Al Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam sabda beliau yang lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا تَوَضَّأَ الرَّجُلُ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ لَا يُخْرِجُهُ أَوْ قَالَ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا إِيَّاهَا لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seseorang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian berangkat sholat dengan niatan hanya untuk sholat, maka tidak melangkah satu langkah kecuali Allah angkat satu derajat dan hapus satu dosa” (HR. Al Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puasa hari Arafah dan A’syura’, dalilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَ صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi Bersabda: Puasa hari Arafah saya berharap dari Allah untuk menghapus setahun yangsebelumnya dan setahun setelahnya dan Puasa hari A’syura saya berharap dari Allah menghapus setahun yang telah lalu” (HR. At Tirmidzi dan di-shahih-kan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 3853)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat tarawih di bulan Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang menegakkan romadhon (shalat tarawih) dengan iman dan mengharap pahala Allah maka diampunilah dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Haji yang mabrur, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَ لَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang berhaji lalu tidak berkata keji dan berbuat kefasikan maka kembali seperti hari ibunya melahirkannya” (HR. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sabda beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haji mabrur balasannya hanyalah surga” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memaafkan hutang orang yang sulit membayar, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ أُتِيَ اللَّهُ بِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِهِ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَقَالَ لَهُ مَاذَا عَمِلْتَ فِي الدُّنْيَا قَالَ يَا رَبِّ آتَيْتَنِي مَالَكَ فَكُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ وَكَانَ مِنْ خُلُقِي الْجَوَازُ فَكُنْتُ أَتَيَسَّرُ عَلَى الْمُوسِرِ وَأُنْظِرُ الْمُعْسِرَ فَقَالَ اللَّهُ أَنَا أَحَقُّ بِذَا مِنْكَ تَجَاوَزُوا عَنْ عَبْدِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Hudzaifah beliau berkata Allah memanggil seorang hambaNya yang Allah karuniai harta. Maka Allah berkata kepadanya: Apa yang kamu kerjakan didunia? Ia menjawab: Wahai Rabb kamu telah menganugerahkanku hartaMu lalu aku bermuamalah dengan orang-orang. Dan dahulu akhlakku adalah memaafkan, sehingga aku dahulu mempermudah orang yang mampu dan menunda pembayaran hutang orang yang sulit membayar. Maka Allah berfirman: Aku lebih berhak darimu maka maafkanlah hambaKu ini” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melakukan kebaikan setelah berbuat dosa, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang menghapusnya dan pergauli manusia dengan etika yang mulia” (HR Al Tirmidzi dan Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no. 97.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memberi salam dan berkata baik, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ كِمْ كُوْجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلاَمِ وَ حُسْنُ الْكَلاَمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya termasuk sebab mendapatkan ampunan adalah memberikan salam dan berkata baik” (HR Al Kharaithi dalam Makarim Al Akhlak dan di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shahihah, no. 1035)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sabar atas musibah dengan, dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ إِنِّي إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدًا مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنًا فَحَمِدَنِي عَلَى مَا ابْتَلَيْتُهُ فَإِنَّهُ يَقُومُ مِنْ مَضْجَعِهِ ذَلِكَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مِنْ الْخَطَايَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: Sungguh Aku bila menguji seorang hambaKu yang mukmin, lalu ia memujiku atas ujian yang aku timpakan kepadanya, maka ia bangkit dari tempat tidurnya tersebut bersih dari dosa seperti hari ibunya melahirkannya” (HR Ahmad, dan dihasankan Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Al Shohihah no. 144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Menjaga shalat lima waktu dan jum’at serta puasa Ramadhan, dengan dalil sabda Rasulullah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الصلوات الخَمْسُ وَ الجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَ رَمَضَان إِلَى رَمَضَان مُكَفِّرَاتُ مَا بَينَهُمَا إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sholat lima waktu dan jum’at ke jum’at dan Romadhon ke Romadhon adalah penghapus dosa diantara keduanya selama menjauhi dosa besar” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Mengumandangkan adzan, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُؤَذِّنَ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang Muadzin diampuni dosanya sepanjang (gema) suaranya” (HR Ahmad dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih AL Jaami’ no. 1929)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Shalat wajib, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sungai di pintu yang digunakan untuk mandi setiap hari lima kali, pa yang kalian katakan apakah tersisa kotorannya? Mereka menjawab: Tidak sisa sedikitpun kotorannya. Beliau bersabda: sholat lima waktu menjadi sebab Allah hapus dosa-dosa” (HR. Al Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Memperbanyak sujud, dengan dalil sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْكَ بَكَثْرَنِ السُّجُوْدِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً وَ حَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيْئَةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sekali sujud kepada Allah kecuali Allah mengangkatmu satu derajat dan menghapus satu kesalahanmu (dosa)” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Shalat malam, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَلَيْكَ بِقِيَامِ اللَيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِيْنَ قَبْلَكُمْ وَهُوَ قُرْبَةٌ لَكُم لإِلَى رَبِّكُمْ وَ مُكَفِّرَةٌ للسَّيْئَاتِ وَ مَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah kalian sholat malam, karena ia adalah adat orang yang sholeh sebelum kalian dan amalan yang mendekatkan diri kepada Robb kalian serta penghapus kesalahan dan mencegah dosa-dosa” (HR Al Haakim, dan dihasankan Al Albani dalam Irwa’ Al Ghalil 2/199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Berjihad dijalan Allah, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُغْفَرُ للشَّهِيْدِ كُلَّ ذَنْبٍ إلاَّ الدَّيْن&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mengiringi haji dengan umrah, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَابِعُوْا بَيْنَ الحَجِّ وَ الْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةَ بَيْنَهُمَا تَنْفِيْ الْفَقْرَ وَ الذُّنُوْبِ كَمَا تَنْفِيْ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iringi haji dengan umroh, karena mengiringi antara keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana Al Kier (alat pembakar besi) menghilangkan karat besi” (HR Ibnu Majah dan dishohihkan Al Albani dalam Shohih Al Jaami’ no,2899)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Shadaqah, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرُُ لَّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah: 271)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shadaqah menghapus dosa seperti air memadamkan api” (HR Ahmad, Al Tirmidzi dan selainnya dan di-shahih-kan Al Al Bani dalam Takhrij Musykilat Al faqr no. 117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Menegakkan hukum pidana sesuai syariat Islam, dengan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيُّمَا عَبْدٍ أَصَابَ شَيْئَاً مَمَا نَهَى اللهُ عَنْهُ ثُمَّ أُقِيْمَ عَلَيْهِ حَدُّهُ كَفَرَ عَنْهُ ذَلَكَ الذَّنْبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang melanggar larangan Allah kemudian ditegakkan padanya hukum pidana maka dihapus dosa tersebut” (HR Al Haakim dan dishohihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no,2732)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sebagian penghapus dosa, mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-8010195095815769363?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/8010195095815769363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/amalan-penyebab-pelebur-dosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/8010195095815769363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/8010195095815769363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/03/amalan-penyebab-pelebur-dosa.html' title='amalan penyebab pelebur dosa'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3414017664761805467</id><published>2010-02-18T09:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T09:52:07.778-08:00</updated><title type='text'>ayo bersholawat</title><content type='html'>Assalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh...&lt;br /&gt;segala puji hanya kepada Alloh, yang tiada sesembahan yang hak, kecuali dia, Dzat yang maha Esa yang Selalu menyayangi hambanya terutama kepada hamba yang taat kepadanya.&lt;br /&gt;Diantara kasih sayang Alloh di Dunia ini yaitu Alloh mengirimkan hidayah di Dalam Jiwa yang diselamatkannnya. Alloh mengutus diantara manusia menjadi nabi pemberi kabar gembira tentaqng kebahagiaan didunia dan diakhirat, dan diantara nabi dan utusan Alloh yang paling mulia yaitu Nabi Muhammad Sholollohualaihiwasallam...&lt;br /&gt;dan diantara keistimewaan nabi muhammad Sholollohualaihiwasallam, saking istimewa Alloh perintahkan hamba-hambanya malaikat dan manusia untuk bersholawat kepadanya, bahkan Alloh sendiri yangg mengawali sholawat itu, sebuah amalan ibadah yang diperintahkan Alloh dan Langsung Alloh memberi contoh bersholawat kepada Nabi-Nya, sebagaimana Firman-Nya dalam Al-qur'an yang Artinya " sesungguhnya Alloh dan Para Malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya." Qs Al-Ahzab (56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dalam hadist disebutkan banyak tentang perintah dan manfaat sholawat, diantaranya&lt;br /&gt;1. diriwayatkan dari Abdulloh ibn Amr ibn Al-'Ash (r.a), sesungguhnya Ia mendengar Rasululloh sholoollohualaihiwasallamm bersabda :" barang siapa yang membaca sholawat kepadaku sekali, maka Alloh akan memberikannya sholwat (rahmat) sepuluh kali dengan satu sholawatnya itu" H.R Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. dari Ibn Mas'ud sesungguhnya Rasululllah Sholollohualaihiwasallam bersabada, " orang yang paling utama nanti di Hari kiamat adalah dia yang apaling banyak bersholawat kepadaku." H.R Tirmidzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. dari Abu hurairah (r.a) dia berkata Rasululloh Sholollohualaihiwasallam bersabda. " hinalah(celakalah) orang yang disebut namaku didepannya dia tidak bersholawat kepadaku." H.R Tirmidzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. dari Abu hurairah 9R.a) dia berkata Rasululloh bersabda. " jangan kalian jadian kuburanku sebagai tempat berhari Raya dan bersholawatlah kepadaku, karena sesungguhnya sholawat kalian akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada." H.R Abu dawud dengan sanad Shahih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dari 'aus ibn 'Aus (r.a) dia berkata, Rasulullohualaihiwasalllam bersabda, " sesungguhnya termasuk hari kalia yng paling utama adalah ahri Jum'at , maka perbanyaklah kalian bersholawat kepadaku pada hari itu, karena sesungguhnya Sholawat kalian akan disampaikan kepadaku.!." Ia ('Aus ibn 'Aus) berkata:" kemudian para sahabat bertanya:" wahai Rosululloh, bagaiman sholawat kami disampaikan kepada Anda, sedangkan jasad Anda telah hancur (telah jadi debu),??" Ia Berkata, " ia berkata, sedangkan jasad anda telah hancur bercampur tanah.??" belaiu (nabi) menjawab, ' sesungguhnya Alloh mengaharamkan Jasad para Nabi bagi Tanah." (H.R Abu Dawud Dengan sanad Shahih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3414017664761805467?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3414017664761805467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/ayo-bersholawat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3414017664761805467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3414017664761805467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/ayo-bersholawat.html' title='ayo bersholawat'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-5770278835522063374</id><published>2010-02-12T01:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T01:59:59.573-08:00</updated><title type='text'>Ayo Taubat Nasuha</title><content type='html'>Taubat Nasuha     Cetak    E-mail&lt;br /&gt;Ditulis oleh Dewan Asatidz   &lt;br /&gt;Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-5770278835522063374?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/5770278835522063374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/ayo-taubat-nasuha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5770278835522063374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5770278835522063374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/ayo-taubat-nasuha.html' title='Ayo Taubat Nasuha'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3967824013060978973</id><published>2010-02-12T01:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T01:42:40.448-08:00</updated><title type='text'>Tobatnya hati</title><content type='html'>Segala Puji bagi Alloh, pemilik semua alam yang menciptakan jin dan manusia di dunia untuk beribadah kepada Alloh Ta'ala, manusia yang hidup terdiri dari jasmani dan rohani untuk jatah rezeki/makanan keduanya Alloh telah menyediakannya untuk makanan jasmani, setiap manusia punya selera masing masing, diantaranya terdiri dari protein dan mineral dan hal-hal yang bermanfaat bagi tubuh, yang asalnya dari sesuatu yang Alloh ciptakan di bumi ini. untuk makanan rohani Alloh memberikan syariat dien-Nya yang disampaikan lewat para rosul, yang untuk umat akhir zaman ini, yang jadi sumber makanan rohani adalah Al-Qur'an dan Sunnah nabi Muhammad Sholollohu 'Alaihi wa sallam, dan makanan rohani itu dalam tubuh kita bermuara ke hati. HATI adalah organ yang paling utama dalam tubuh manusia dan nikmat paling agung diberikan oleh Allah. Hati menjadi tempat Allah membuat penilaian terhadap hamba-Nya. Pada hatilah letaknya niat seseorang. Niat yang ikhlas itu akan diberi pahala oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak rosak, sakit, buta, keras dan lebih-lebih lagi tidak mati. Sekiranya berlaku pada hati keadaan seperti ini, kesannya adalah membabitkan seluruh anggota tubuh badan manusia. Maka, akan lahirlah penyakit masyarakat berpunca dari hati yang sudah rosak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru, hati adalah amanah yang wajib dijaga sebagaimana kita diamanahkan untuk menjaga mata, telinga, mulut, kaki, tangan dan sebagainya daripada berbuat dosa dan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang hitam ialah hati yang menjadi gelap kerana dosa. Setiap satu dosa yang dilakukan tanpa bertaubat itu akan menyebabkan terjadinya satu titik hitam pada hati. Itu baru satu dosa. Maka bayangkanlah bagaimana pula kalau sepuluh dosa? Seratus dosa? Seribu dosa? Alangkah hitam dan kotornya hati ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara ini jelas digambarkan dalam hadis Rasulullah bermaksud: “Siapa yang melakukan satu dosa, maka akan tumbuh pada hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia tidak bertaubat, maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya menjadi hitam.” (Hadis riwayat Ibn Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini selari dengan firman Allah yang bermaksud “Sebenarnya ayat-ayat Kami tidak ada cacatnya, bahkan mata hati mereka telah diseliputi kekotoran dosa dengan sebab perbuatan kufur dan maksiat yang mereka kerjakan.” (Surah al-Muthaffifiin, ayat 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang kotor dan hitam akan menjadi keras. Apabila hati keras, kemanisan dan kelazatan beribadat tidak dapat dirasakan. Ia akan menjadi penghalang kepada masuknya nur iman dan ilmu. Belajar sebanyak mana pun ilmu yang bermanfaat atau ilmu yang boleh memandu kita, namun ilmu itu tidak akan masuk ke dalam hati, kalau pun kita faham, tidak ada daya dan kekuatan kita untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman yang bermaksud “Kemudian selepas itu, hati kamu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Pada hal antara batu-batu itu ada yang terpancar dan mengalir sungai daripadanya, dan ada pula antaranya yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ada juga antaranya yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa yang kamu kerjakan.” (Surah al-Baqarah, ayat 74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Allah mendatangkan contoh dan menerangkan bahawa batu yang keras itu pun ada kalanya boleh mengalirkan air dan boleh terpecah kerana amat takutkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, apakah hati manusia lebih keras daripada batu hingga tidak boleh menerima petunjuk dan hidayah daripada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang paling membimbangkan ialah apabila hati mati akan berlakulah kemusnahan yang amat besar terhadap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matinya hati adalah bencana dan malapetaka besar yang bakal menghitamkan seluruh kehidupan. Inilah natijahnya apabila kita lalai dan cuai mengubati dan membersihkan hati kita. Kegagalan kita menghidupkan hati akan dipertanggungjawabkan oleh Allah pada akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang, kenapa hati mati? Hati itu mati disebabkan perkara berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Hati mati kerana tidak berfungsi mengikut perintah Allah iaitu tidak mengambil iktibar dan pengajaran daripada didikan dan ujian Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman bermaksud “Maka kecelakaan besarlah bagi orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya adalah dalam kesesatan yang nyata.” (Surah al-Zumar, ayat 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Hati juga mati jika tidak diberikan makanan dan santapan rohani sewajarnya. Kalau tubuh badan boleh mati kerana tuannya tidak makan dan tidak minum, begitulah juga hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ia tidak diberikan santapan dan tidak diubati, ia bukan saja akan sakit dan buta, malah akan mati akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santapan rohani yang dimaksudkan itu ialah zikrullah dan muhasabah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu, jaga dan peliharalah hati dengan sebaik-baiknya supaya tidak menjadi kotor, hitam, keras, sakit, buta dan mati. Gilap dan bersihkannya dengan cara banyak mengingati Allah (berzikir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah bermaksud “Iaitu orang yang beriman dan tenteram hati mereka dengan mengingati Allah. Ketahuilah! Dengan mengingati Allah itu tenang tenteramlah hati manusia.” (Surah al-Ra’d, ayat 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya lagi bermaksud “Hari yang padanya harta benda dan anak-anak tidak dapat memberikan sebarang pertolongan, kecuali harta benda dan anak-anak orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera daripada syirik dan munafik.” (Surah al-Syura, ayat 88 – 89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :&lt;br /&gt;“Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,&lt;br /&gt;Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,&lt;br /&gt;Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,&lt;br /&gt;..dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Dzat yang Memiliki mu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3967824013060978973?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3967824013060978973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/tobatnya-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3967824013060978973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3967824013060978973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/tobatnya-hati.html' title='Tobatnya hati'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-5756493881116417159</id><published>2010-02-10T05:53:00.001-08:00</published><updated>2010-02-10T05:53:22.860-08:00</updated><title type='text'>sejarah valentine day</title><content type='html'>Mungkin ketika kata ''Valentine's Day'' terdengar di telinga, maka akan terbentuk dalam benak kita sebuah hari yang di penuhi dengan ungkapan kasih sayang antar sesama, entah dengan saling menghadiahkan coklat atau saling mengirimi kartu ucapan selamat, namun adakah diantara orang-orang yang merayakannya mengetahui hakikat yang sebenarnya dari hari Valentine tsb.....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The World Book Encyclopedia (1998) menyebutkan beberapa versi mengenai Valentine's Day yang merupakan Perayaan Lupercalia (rangkaian ritual pensucian di masa Romawi Kuno yang di lakukan pada tanggal 13-18 februari) yang mana pada perayaan ini, Dua hari pertamanya di persembahkan untuk dewi cinta (queen of ferevish love) Juno Februata. Pada hari ini, pemuda mengundi nama gadis dalam kotak, lalu setiap pemudi kemudian mengambil nama secara acak dan langsung bisa ditebak, gadis yang namanya keluar harus sudi menjadi pasangannya semalam suntuk untuk bersenang-senang yang biasanya diakhiri dengan perzinahan. Pada hari berikutnya (tanggal 15 februari) mereka kemudian meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala, selama upacara ini kaum muda melecut orang dengan kulit binatang, dan anehnya para wanita berebut untuk mendapatkan lecutan itu dengan anggapan lecutan tsb berkhasiat untuk menambah kesuburan, tidak hanya itu saja perayaan ini juga mengharuskan penyembelihan beberapa ekor kambing dan seekor anjing. Para pemuda yang mengikuti upacara dihadapkan menuju altar sembari diolesi keningnya dengan darah yang ada pada pisau bekas penyembelihan tadi kemudian merekapun thawaf mengelilingi bukit Falatine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ketika agama Kristen masuk Roma mereka justru mengadopsi ritual ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, apalagi alasannya kalau bukan untuk lebih memudahkan penyebaran agamanya dan supaya tidak menimbulkan kesan bahwa agama yang di bawa ini (baca: kristen) sangat berbeda jauh dengan tradisi yang ada di Roma waktu itu. Salah satunya dengan mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastur, fikrah ini pun akhirnya di dukung oleh Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britanica, sub judul: Crhistianity).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran kristen, maka pada tahun 496 M, Paus Gelasius I menjadikan upacara romawi kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama ''Saint Valentine's Day'' untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada tanggal 14 februari(lihat: The World Book Encyclopedia 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun mengenai St.Valentine, dalam buku The Catholic Encyclopedia Vol.XV sub judul St.Valentine disebutkan bahwa ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 februari, salah seorang diantaranya mati pada masa Romawi. Namun tidak ada penjelasan mengenai siapa sebenarnya St. Valentine yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan untuk menangkap dan memenjarakan St.Valentine ini karena penolakannya untuk menyembah tuhan-tuhan Romawi dan pernyataannya atas ketuhanan Isa Al-Masih, orang-orang yang simpatik dengannya dan mengharapkan doa darinya pun menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II Ghoticus melarang tentaranya yang masih bujangan untuk menikah karena tentara yang masih bujang dianggap memiliki prestasi yang baik di medan perang, namun St. Valentine melanggarnya dan bahkan diam-diam menikahkan banyak pemuda akan tetapi akhirnya perbuatannya ini diketahui oleh pihak emperior,diapun akhirnya ditangkap dan dihukum gantung pada tanggal 14 februari 269 M (lihat The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;Tepatnya di Kota Cilalpine Gaul, dan selanjutnya pada tahun 496 M, di peringati hari wafatnya untuk pertama kali dan di tetapkan sebagai hari kasih sayang, pencetusnya adalah Paus Galasiun I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mengenai kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri sebenarnya tidak ada kaitannya dengan St. Valentine. Pada tahun 1415 M ketika The Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer penyair kenamaan Inggris mengaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat The Encyclopedia Bitannica, Vol.12 hal.242, the World Book Encyclopedia,1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ucapapan ''Be My Valentine?'' Ken Sweiger dalam artikelnya ''Should Biblical Cristhians Observe it?''(www.koornet.org) mengatakan kata ''Valentine'' berasal dari bahasa latin yang berarti ''Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa''. Kata ini ditujukan kepada Nimroud dan Lupercus, tuhan Bangsa Romawi. Maka disadari atau tidak -tulis Ken- jika kita mengatakan kepada seseorang ''to be my Valentine'' hal itu berarti meelakukan perbuatan yang di murkai Allah Azza Wajalla(karena memintanya menjadi ''Sang Maha Kuasa'') dan menghidupkan budaya pemujaan berhala. Atau yang Ulama islam istilahkan dengan ''Syirik'' hal yang menjadi kewajiban setiap muslim untuk menghindarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku. itulah sejarah Valentine's Day yang sebenarnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada para Pastor umat kristiani, akankah kita mau merayakannya lagi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-5756493881116417159?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/5756493881116417159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/sejarah-valentine-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5756493881116417159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5756493881116417159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/sejarah-valentine-day.html' title='sejarah valentine day'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-6452873929932817506</id><published>2010-02-10T05:51:00.001-08:00</published><updated>2010-02-10T05:51:49.658-08:00</updated><title type='text'>fatwa ulama tentang valentine day (2)</title><content type='html'>Wajib atas setiap muslim untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam semua kondisinya, terutama ketika fitnah dan kerusakan banyak bermunculan. Wajib atasnya untuk jeli berpikir dalam rangka waspada dari terjatuh dalam kesesatan umat yang dimurkai (Yahudi) dan umat yang tersesat (Nashrani), dan orang fasik yang tidak percaya akan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak peduli sama sekali terhadap Islam. Wajib atas setiap muslim untuk kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan memohon hidayah-Nya dan keteguhan diri di atasnya. Karena sesungguhnya tidak ada yang memberi hidayah dan mengokohkannya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;Wabillahi taufiq, washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa’ala alihi wa sallam.&lt;br /&gt;[Fatwa No. 21203]&lt;br /&gt;Fatwa ini ditandatangani oleh: Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh (Ketua), Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota), Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan (Anggota), dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan (Anggota).&lt;br /&gt;Mengapa Kaum Muslimin Tidak Boleh Merayakan Valentine’s Day?&lt;br /&gt;Sebagian kaum muslimin yang ikut merayakannya mengatakan bahwa Islam juga mengajak kepada kecintaan dan kedamaian. Dan Hari Kasih Sayang adalah saat yang tepat untuk menyebarkan rasa cinta di antara kaum muslimin. Sehingga apa yang menghalangi untuk merayakannya?&lt;br /&gt;Jawaban terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;1. Hari Raya Dalam Islam Telah Ditentukan&lt;br /&gt;Hari raya dalam Islam adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hari raya merupakan salah satu syi’ar yang sangat agung. Sedangkan dalam Islam, tidak ada hari raya kecuali hari Jum’at, Idul Fithri, dan Idul Adha. Perkara ibadah harus ada dalilnya. Tidak boleh seseorang membuat hari raya sendiri yang tidak disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, perayaan Hari Kasih Sayang ataupun selainnya yang diada-adakan adalah perbuatan mengada-adakan (bid’ah) dalam agama, menambahi syariat, dan bentuk koreksi terhadap Allah subhanahu wa ta’ala, Dzat yang menetapkan syariat.&lt;br /&gt;2. Tasyabbuh Terhadap Orang-orang Kafir.&lt;br /&gt;Perayaan Hari Kasih Sayang merupakan bentuk tasyabbuh (menyerupai) bangsa Romawi paganis, juga menyerupai kaum Nashrani yang meniru mereka (Romawi), padahal ini tidak termasuk (amalan) agama mereka. Ketika seorang muslim dilarang menyerupai kaum Nashrani dalam hal yang memang termasuk agama mereka, maka bagaimana dengan hal-hal yang mereka ada-adakan dan mereka menirunya dari para penyembah berhala?&lt;br /&gt;Seorang muslim dilarang menyerupai orang-orang kafir -baik penyembah berhala atau ahli kitab- baik dalam aqidah, ibadah, maupun dalam adat yang menjadi kebiasan, akhlak, dan perilaku mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ&lt;br /&gt;“Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” (Ali-’Imran: 105)&lt;br /&gt;Dan juga Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ&lt;br /&gt;“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)? Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya Telah diturunkan Al Kitab kepadanya, Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al-Hadid: 16)&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari golongan mereka.” [HR. Abu Dawud no. 4031, Ahmad II/50]&lt;br /&gt;Tasyabbuh terhadap orang kafir dalam perkara agama mereka -diantaranya adalah Hari Kasih Sayang- lebih berbahaya daripada menyerupai mereka dalam hal pakaian, adat, atau perilaku. Karena agama mereka tidak terlepas dari tiga hal: yang diada-adakan, atau yang telah dirubah, atau yang telah dihapuskan hukumnya (dengan datangnya Islam). Sehingga tidak ada sesuatupun dari agama mereka yang bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;3. Perayaan Kasih Sayang Untuk Semua Manusia.&lt;br /&gt;Tujuan perayaan Hari Kasih Sayang pada masa ini adalah menyebarkan kasih sayang di antara manusia seluruhnya, tanpa membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir. Hal ini menyelisihi agama Islam. Hak orang kafir yang harus ditunaikan kaum muslimin adalah bersikap adil dan tidak menzhaliminya. Dia juga berhak mendapatkan sikap baik dengan syarat; tidak memerangi atau membantu memerangi kaum muslimin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;لاَ يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ&lt;br /&gt;“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Mumtahanah:&lt;br /&gt;Bersikap adil dan baik terhadap orang kafir tidaklah berkonsekuensi mencintai dan berkasih sayang dengan mereka. Allah subhanahu wa ta’ala bahkan memerintahkan untuk tidak berkasih sayang dengan orang kafir dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ&lt;br /&gt;“Kamu tidak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (Al-Mujadilah: 22)&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Sikap tasyabbuh akan melahirkan sikap kasih sayang, cinta, dan loyalitas di dalam batin. Sebagaimana kecintaan yang ada di batin akan melahirkan sikap menyerupai.” [Al-Iqtidha’: I/490]&lt;br /&gt;4. Kasih Sayang Karena Syahwat.&lt;br /&gt;Kasih sayang yang dimaksud dalam tasyabbuh ini semenjak dihidupkan oleh kaum Nashrani adalah cinta, rindu, dan kasmaran di luar hubungan pernikahan. Buahnya, tersebarnya zina dan kekejian yang karenanya pemuka agama Nashrani -pada waktu itu- menentang dan melarangnya.&lt;br /&gt;Kebanyakan para pemuda muslimin merayakannya pun karena menuruti syahwat dan bukan karena keyakinan khurafat sebagaimana bangsa Romawi dan kaum Nashrani. Namun hal ini tetaplah tidak bisa menafikan adanya sikap tasyabbuh terhadap orang kafir dalam salah satu perkara agama mereka. Selain itu, seorang muslim tidak diperbolehkan menjalin hubungan cinta dengan seorang wanita yang tidak halal baginya, yang merupakan pintu menuju zina.&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bis showab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-6452873929932817506?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/6452873929932817506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/fatwa-ulama-tentang-valentine-day-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/6452873929932817506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/6452873929932817506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/fatwa-ulama-tentang-valentine-day-2.html' title='fatwa ulama tentang valentine day (2)'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3736505429292298092</id><published>2010-02-10T05:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T05:51:00.215-08:00</updated><title type='text'>fatwa ulama tentang valentine day</title><content type='html'>(Fatwa-fatwa Ulama dalam Menyikapinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara pembaca, semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada kita semua..&lt;br /&gt;Jauh dari ilmu agama dan cinta terhadap dunia beserta segenap perhiasannya, adalah dua sebab mendasar yang membuat kaum muslimin semakin jauh dari agamanya. Di sisi lain arus deras dari kebudayaan barat (baca: kafir) terus merongrong umat ini, dengan embel-embel modernisasi, intelektual, aspiratif, dan lain sebagainya. Sehingga membuat segala sesuatunya (cara makan, gaya busana, pola hidup bermasyarakat, bahkan dalam berpolitik), baik atau tidaknya diukur dari budaya barat.&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti inilah umat Islam yang ’semakin minder’ dengan agamanya sangat mudah dipengaruhi, diombang-ambingkan, ikut-ikutan semata, bagaikan asap yang terbang mengikuti arah angin berhembus. Valentine’s Day misalnya, tidak sedikit dari kaum muslimin terkhusus kalangan remajanya ikut larut dalam perayaan ini, meski tidak tahu-menahu hakikat sebenarnya dari perayaan tersebut (lihat Al-Ilmu edisi 6/ II/ VII/ 1430).&lt;br /&gt;Risalah ini kami tujukan kepada para muda-mudi umat Islam yang masih sayang pada dirinya, juga untuk para orang tua yang kelak (di yaumul akhir) akan ditanya tentang kepemimpinannya (terhadap keluarganya), juga untuk para pendidik yang masih peduli dengan adab dan akhlak anak didiknya, dan segenap kalangan yang masih mencintai Islam ini sebagai agamanya.&lt;br /&gt;Berikut ini kami sampaikan fatwa-fatwa ulama Ahlus Sunnah berkaitan dengan Valentine’s Day.&lt;br /&gt;Fatwa Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin.&lt;br /&gt;Beliau ditanya: Telah banyak tersebar baru-baru ini perayaan Valentine’s Day (’Idul Hubb) -terkhusus di kalangan pelajar putri- itu merupakan salah satu hari raya orang-orang Kristen. Pada hari itu mode dan pakaian serba merah semua, baik pakaian maupun sepatu. Mereka saling tukar/menghadiahkan bunga berwarna merah. Kami mohon penjelasan tentang hukum perayaan seperti ini, dan bimbingan untuk kaum muslimim dalam permasalahan ini? Semoga Allah senantiasa menjaga dan memelihara anda.&lt;br /&gt;Jawaban: Merayakan Valentine’s Day dilarang karena beberapa sebab:&lt;br /&gt;1. Hal tersebut merupakan perayaan bid’i (yang diada-adakan) tidak ada dasarnya dalam syari’ah.&lt;br /&gt;2. Dapat mengantarkan kepada kecintaan dan birahi.&lt;br /&gt;3. Hal tersebut menyebabkan sibuknya hati dengan perkara-perkara yang rendah dan menyelisihi bimbingan as-salafush shalih radhiyallaahu’anhum.&lt;br /&gt;Maka tidak diperbolehkan pada hari tersebut melakukan syi’ar-syi’ar hari raya Valentine’s Day sedikit pun, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, dan yang lainnya. Wajib atas setiap muslim untuk merasa mulia dengan agamanya dan tidak bersikap oportunis dengan gampang mengikuti setiap seruan.&lt;br /&gt;Saya mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar melindungi kaum muslimin dari setiap fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, dan agar Dia melindungi kami dengan perlindungan dan taufiq-Nya.&lt;br /&gt;[Majmu’ Fatawa wa Rasail ibni ‘Utsaimin XVI/124]&lt;br /&gt;Fatwa Al-Lajnah Ad-Da`imah Lil Buhutsil ‘Ilmiyyah wal Ifta` (Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)&lt;br /&gt;Lajnah ditanya: Pada tanggal 14 Februari setiap tahun masehi sebagian orang merayakan hari kasih sayang yang dikenal dengan Valentine’s Day. Pada hari itu mereka saling memberi hadiah bunga mawar merah, memakai baju merah, dan saling memberikan ucapan selamat. Demikian juga pabrik-pabrik permen, membuat permen dengan warna merah dan membuat gambar hati padanya. Tidak ketinggalan juga sebagian toko mempromosikan barang-barang khas hari tersebut. Bagaimana pendapat anda:&lt;br /&gt;1. Merayakan hari tersebut?&lt;br /&gt;2. Membeli dari toko-toko pada hari tersebut?&lt;br /&gt;3. Para pemilik toko yang tidak ikut merayakan hari tersebut tetapi menjual kepada orang yang hendak membeli hadiah pada hari tersebut?&lt;br /&gt;Jazaakumullahu khairan (semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas anda semua dengan kebaikan)&lt;br /&gt;Jawaban: Dalil-dalil yang tegas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus kesepakatan para Salaful Ummah, bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha. Adapun hari raya selain kedua hari tersebut, baik perayaan berkenaan dengan seseorang, kelompok, peristiwa, atau makna apapun, maka itu merupakan hari raya yang diada-adakan dalam agama. Tidak boleh bagi pemeluk agama Islam untuk merayakannya, menyetujuinya, ataupun menampakkan kegembiraan terhadap hari tersebut, serta tidak boleh pula membantu (perayaan tersebut) sedikitpun. Karena perbuatan tersebut termasuk melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala, dan barang siapa yang melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala maka dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Berikutnya, disamping ia perayaan yang diada-adakan dalam agama, ia juga merupakan hari rayanya orang kafir, maka itu dosa di atas dosa. Karena pada perbuatan tersebut terdapat unsur tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir dan loyalitas kepada mereka.&lt;br /&gt;Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kaum mukminin dari perbuatan tasyabbuh dengan orang-orang kafir dan Allah subhanahu wa ta’ala juga melarang kaum muslimin dari berloyalitas kepada mereka dalam kitab-Nya yang mulia.&lt;br /&gt;Telah pasti bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.” [HR. Abu Dawud no. 4031, Ahmad II/50]&lt;br /&gt;Valentine’s Day termasuk jenis yang dimaksudkan di atas, karena ia termasuk hari raya watsaniyyah (paganisme/para penyembah berhala) nashraniyyah. Maka tidak diperbolehkan bagi seorang muslim yang telah menyatakan diri beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir untuk ikut merayakan hari raya tersebut, atau menyetujuinya, atau turut mengucapkan selamat. Sebaliknya, wajib atasnya untuk meninggalkan dan menjauhinya dalam rangka memenuhi perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, serta menjauhi sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan dan adzab Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;Demikian juga haram atas seorang muslim untuk turut membantu/berpartisipasi pada hari perayaan tersebut ataupun hari raya kafir/bid’ah terlarang lainnya, dalam bentuk apapun, baik makanan, minuman, jual beli, produksi, hadiah, kartu-kartu ucapan selamat, iklan, atau yang lainnya. Karena itu semua merupakan bentuk kerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan, serta bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ&lt;br /&gt;“Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah (takutlah) kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Keras adzab-Nya.” (Al-Maidah: 2)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3736505429292298092?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3736505429292298092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/fatwa-ulama-tentang-valentine-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3736505429292298092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3736505429292298092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/fatwa-ulama-tentang-valentine-day.html' title='fatwa ulama tentang valentine day'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-3295222362295814775</id><published>2010-02-03T08:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T09:10:33.183-08:00</updated><title type='text'>sebab sebab mabuk cinta</title><content type='html'>1.) berpaling dari petunjuk Alloh dan rasul-Nya. pada hakikatnya orang yang apabila jauh dari tuntunan Alloh dan Rasul, maka akan mudah dibujuk syaitan untuk melakukan hal-hal yang dilarang agama. seperti wanita yyang menampakkan auratnya dan berhias untuk laki-laki asing. atau seorang laki-laki yang bebas mengumbar pandangan mata terhadap wanita yang lewat dihadapannya. padahal Rasulullah dalam sebuah hadist mengatakan bahwa "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pandangan  mata yang ibarat panah yang dilepaskan iblis"&lt;/span&gt; dan anak panah ini amat cepat menembus kelubuk hati dan bereaksi amat cepat meracuni hati. dan kalau tidak segera disembuhkan maka ia dapat membunuh korbannya.&lt;br /&gt;2. jahilnya seseorang tentang bahaya yang muncul karena mabuk cinta ini. sesungguhnya mabuk cinta ini dapat mendatangkan seseorang kepada kekafiran. seperti mencintai seseorang sama seperti mereka mencintai Alloh. bagaimana pula halnya dengan orang yang mencintai kekasihnya lebih daripada mencintai Alloh?? cinta seperti ini kelak tidak akan diampuni Alloh, karena termasuk jenis syirik kufri (syirik yang paling besar) tanda-tanda syirik kufri ini adalah&lt;br /&gt;  a. lebih mendahulukan ridho kekasihnya daripada ridho Alloh.&lt;br /&gt;  b. jika bertentangan antara perintah Alloh dengan perintah kekasihnya dan mengabaikan perintah Alloh&lt;br /&gt;maka cobalah lihat kepada orang dimabuk cinta ini. betapa banyak penyakit cinta ini telah smenurunkan derajat orang mulia menjadi hina, sehingga tidak lagi disegani oleh masyarakat dan keluarganya. berapa banyak penyakit ini telah menyingkapkan aib seseorang yang mendatangkan ketakutan, meninggalkan kepedihan menjadi penyesalan. betapa banyak pennyakit ini mendatangkan musibah dan bencana.&lt;br /&gt;lihatlah seorang laki-laki yang tergeletak di dalam pusara karena bunuh diri akibat cintanya tiada berbalas. lihatlah gadis itu yang menanggung segala pedih derita, serta harus menerima caci maki dari masyarakat dan keluarga karena telah rusak kegadisannya dan mengandung janin hasil dari hubungan haramnya dengan seorang lelaki. semuanya terjadi juga atas nama cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kekosongann hati. ini adalah faktor yang paling utama yang menyebabkan seseorang mendapatkan penyakit cinta. ibnu uqail berkata"&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tidaklah penyakit asmara akan muncul  kecuali atas orang yang suka melamun dan menganggur "&lt;/span&gt; Ibnul Qayyim berkata "   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perkara yang paling berbahaya bagi seorang hamba adalah kehampaan hati dan jiwa. karena sesungguhnya jiwa itu tidak pernah kosong. jika tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat pasti aka terisi dengan hal-hal yang membahayakan."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Media Informasi. Baik dalam bentuk audio, video dan media cetak. media informasi seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menanamkan nilai dan kepercayaan dalam pola pikir manusia. dan media ini memberikan  saham yang sangat besar dalam membangkitkan gejolak cinta dan berahi dengan menampilkan gambar-gambar yang menggoda dan menampilkan kisah kisah cinta yang rommatis melalui sinetron, film, novel, roman dan banyak lg. ditambah lagi dengan penghormatan dan pujian media ini terhadap orang-orang yang mabuk asmara. hal ini membangun image kalau orang yang teraniaya dan orang berjuang mati-matian untuk mendapatkan pujian hatinya dengan cara apapun adalah pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. keliru dalam memahai hakikat cinta. faktor lain terjebaknya seseorang dalam perangkap cinta adalah kesalahan dalam memahami hakikat cinta. sebagian mereka beranggapan orang yang tak pernah jatuh cinata akan menjadi orang yang keras hati, tiodak memiliki perasaan dan tidak memiliki sedikpun kemuliaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-3295222362295814775?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/3295222362295814775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/sebab-sebab-mabuk-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3295222362295814775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/3295222362295814775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/sebab-sebab-mabuk-cinta.html' title='sebab sebab mabuk cinta'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-4299597839382692890</id><published>2010-02-02T07:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T07:53:34.075-08:00</updated><title type='text'>ghibah, dosa yang dispelekan 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Al Imam An-Nawawi berkata ketahuilah ghibah itu, sebagaimana diharamkan melakukannya, diharamkan pula mendengarkannya. Wajib bagi pendengar Ghibah untuk melarang orang yang melakukan ghibah. Jika tidak, dikhawatirkan menimbulkan mudhorot. Jika pelarangan justru akan menimbulkan mudhorot, maka wajib mengingkari dengan hati dan meninggalkan majelis tersebut. Jika dia mampu melakukan pengingkaran dengan lisannya, atau memutuskan obrolan ghibah dengan mengalihkan kepada topik perbincangan lainnya, maka wajib melakukannya, jika tidak melakukannya berarti dia turut bermaksiat kepada Allah ta'ala. (Al-Adzkar hal 318)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saudaraku sekalian...&lt;br /&gt;Bila kita pernah terlanjur meng-ghibah, maka mari kita taubat. Caranya, seperti yang pernah disebutkan oleh Imam Al-Hafidz Ibnu Katsir, beliau berkata : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jumhur Ulama telah mengatakan bahwa cara bertaubat orang yang meng-ghibah ialah hendaknya ia berhenti dari ghibahnya dan tidak mengulanginya. Tentang ada tidaknya syarat meminta maaf dalam menyesali perbuatan tersebut terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama mengatakan bahwa tidak di syaratkan meminta kerelaannya, karena sangat mungkin sekali apabila orang yang di-ghibahi tersebut mengetahui&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dirinya telah di jelek-jelekkan justru akan bertambah sakit&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hati. Cara yang terbaik adalah hendaknya orang yang meng-ghibah tersebut memuji-muji orang yang dighibah ditempat yang sebelumnya dia berbuat ghibah. Hendaknya dia berusaha semampu mungkin untuk membantah pihak yang meng-ghibah orang yang pernah dighibahnya tersebut, agar hal demikian bisa menebus terhadap apa yang pernah ia lakukan." (Tafsir Ibnu Katsir, tentang ayat ghibah di depan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ibnu Qudamah Al-Maqdisi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;berkata : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketahuilah bahwa pelaku ghibah itu telah berbuat dua pelanggaran besar. Yang pertama pelanggaran terhadap hak Allah, karena ia telah berbuat apa yang dilarang Allah. Maka kafarohnya adalah dengan menyesali perbuatannya dan tidak mengulangi kembali. Pelanggaran kedua adalah pelanggaran terhadap hak makhluk (sesama manusia), oleh karena itu jika ghibah itu tersebut telah sampai pada orang yang di-ghibah, hendaknya dia mendatanginya dan meminta kehalalan darinya serta menampakkan penyesalan atas apa yang dia perbuat. Jika ghibah itu belum sampai kepada orang yang dighibah maka cukup memintakan ampun bagi sauadranya itu tanpa perlu memberitahukannya, karena mungkin pemberitahuan akan menyesakkan dada." (Kitab Mukhtashar Minhajil Qashidin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kiat Mengerem Ghibah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Diantara disebutkan oleh Al Imam An-Nawawi, beliau berkata&lt;span style="font-style: italic;"&gt; : " Yang paling bisa menghentikan dari kebiasaan ghibah adalah memperhatikan nash-nash yang menunjukkan pengharaman ghibah kemudian merenungi firman Allah ta'ala yang artinya : "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Q.S. Qaf:18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan kamu menganggapnya sesuatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar" (Q.S. Nur:15)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beliau berkata ketahuilah wajib bagi setiap orang mukallaf (orang yang berkewajiban menjalankan syariat) untuk menjaga lisannya dari semua omongan kecuali perkataan yang jelas mendatangkan mashlahat. Jika antara diam dan berkata akan mendatangkan mashlahat yang sama sebaiknya tidak perlu berbicara. Karena terkadang suatu obrolan mubah bisa melenceng kepada hal yang haram / makruh, bahkan sering terjadi. Sedangkan keselamatan itu tidak bisa dinilai dengan sesuatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Demikian mari kita jauhi dari perbuatan ghibah. Saat ini sudah umum orang berghibah. Baik lewat media cetak(bulletin, majalah, buku, koran dll) maupun media Elektronik (TV (infotainment, gossip, dll). Termasuk aksi dan demonstrasi membicarakan keburukan orang lain sesama muslim, apalagi yang dibicarakan adalah ulil 'amri. Lha wonk ngrasani &lt;a href="http://atmaulana.blogspot.com/"&gt;mas Ahmad Tukiran MAULANA&lt;/a&gt; yang orang biasa saja bisa berakibat dosa, apalagi ngrasani pemimpin, baik pemimpin perusahaan, organisasi, atau NEGARA. Apalagi ngrasani ULAMA, jauh lebih dosa. Mari kita jauhi hal ini, karena itu termasuk kemungkaran. Di sebutkan di dalam hadits, dari Abu Hurairah bahwa Nabi Sholallahu'alaihiwassalam bersabda : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Termasuk dosa besar adalah pelanggaran seseorang terhadap kehormatan seorang muslim tanpa alassan yang dibenarkan"&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(yang di keluarkan oleh imam Abu Dawud dengan sanad hasan)&lt;/span&gt;. Karena ghibah itu kemungkaran, maka mari kita cegah dan hindari dari duduk dengan orang yang hobby meng-ghibah kaum muslimin dan disertai dengan memberikan nashehat dengan baik untuk tidak "ngrasani" orang lain. Berdasarkan hadist yang sering kita dengar tentang amar ma'ruf nahi munkar, yang artinya : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran hendaklah mengubah dengan tangan, jika tidak mampu hendaklah mengubah dengan lisannya, kalaupun tidak mampu juga dengan hatinya. Inilah selemah-lemah iman." (Shahih Muslim no. 7). &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Jika telah menasehati teman dan mengarahklan kepada kebaikan akan tetapi dia justru melakukan kemaksiatan berupa ghibah dengan terang-terangan maka kita harus menjauhinya, menghindari duduk dengan mereka. Dan kita doakan mereka agar mereka segera bertaubat. Dan Semoga Allah ta'ala memberikan &lt;/span&gt;hidayah dan taufik serta kemudahan kepada kita untuk menjauhi segala yang dilarangnya dan semoga Allah memberikan ampunan atas segala ketergelinciran kita. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Robbana dzholamnaa anfusanaa wa inlam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Allah Tuhan kami, kami telah menganiyaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS Al-A'roof : 23)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Semoga kita semua kaum muslimin di perbaiki keadaannya sesuatu yang mendatagnkan kebahagiaan dan keselamatan di dunia yang sementara dan di akhirat yang kekal abadi selamanya.&lt;br /&gt;Washolallahu 'ala nabiyyina muhammadin, wa 'ala 'alihi washohbihi wassalam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-4299597839382692890?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/4299597839382692890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/al-imam-nawawi-berkata-ketahuilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4299597839382692890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4299597839382692890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/al-imam-nawawi-berkata-ketahuilah.html' title='ghibah, dosa yang dispelekan 2'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-4557683295483686830</id><published>2010-02-02T07:46:00.001-08:00</published><updated>2010-02-02T07:54:15.672-08:00</updated><title type='text'>ghibah, dosa yang disepelekan I</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LqCd01LIPnY/SsQ-PJ68pNI/AAAAAAAAAEI/Li3Cp-MrEGc/s1600-h/basmallah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 130px; height: 57px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LqCd01LIPnY/SsQ-PJ68pNI/AAAAAAAAAEI/Li3Cp-MrEGc/s320/basmallah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387499484324078802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hamba memohon perlindungan pada Mu ya Allah...&lt;br /&gt;dari kebodohan dan kekufuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah artikel yang di tulis oleh Dai Keliling, Ahmad Tukira Maulana Al-Ponjongi,&lt;br /&gt;blognya : &lt;a href="http://atmaulana.blogspot.com/"&gt;http://atmaulana.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kalau orang UGM tidak mengenal beliau, ada dua kemungkinan&lt;br /&gt;mahasiswa baru atau hanya pernah terdaftar namun tidak pernah kuliah di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;font-size:100%;"&gt;Segala puji bagi Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:webdings;font-size:100%;"&gt;yang telah dan selalu memberi berbagai nikmat&lt;br /&gt;salah satunya adalah mulut, yang membuat kita dapat berbicara sekehendak hati&lt;br /&gt;nikmat ini bisa bermanfaat juga bisa menjadi mudhorot bila kita tidak menggunakannya&lt;br /&gt;sesuai aturan Sang Pemberi Nikmat.&lt;br /&gt;Kebiasaan "ngobrol", berbicara yang selama ini ringan "nyerocos" di lisan kita bisa mengundang murka Allah dan menenggelamkan diri kejurang adzab. Diantaranya adalah obrolan yang membicarakan atau meng"evaluasi" keadaan orang lain atau disebut sebagai "menggunjung" / "ngrumpi" / "ngrasani" / "nglendengi" atau dalam islam di sebut GHIBAH. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah Berasal dari kata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;ghib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; artinya tak tampak. Secara terminologis ghibah berarti menggunjing alias membicarakan aib orang yang menimbulkan rasa tidak suka. Allah subhanahuwata'ala melarang keras tentagn obrolan ghibah. Sebagaimana disebutkan dala firman -Nya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;"...dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (QS  Al-Hujurat 49 : 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku semua...&lt;br /&gt;Sebagai manusia normal mestinya merasa jijik memakan bangkai hewan, apalagi memakan bangkai daging manusia. Ironisnya, saat ini masih ada orang yang doyan menyantap daging bahkan bangkai manusia (ini bukan sumanto), yang dengan begitu piawainya mengiris daging dan memasaknya menjadi ayam presto. Dan daging itu pun menjadi terasa empuk untuk di santap, begitu lahapnya, hingga tulang-tulangnya pun tidak bersisa. Atau seperti kripik daging yang terasa sangat gurih dan lezat, sehingga di lahap semua hingga habis tanpa memikirkan efek sampingnya.&lt;br /&gt;(Ingat kata sebagian dokter teman saya, kebanyakan makan daging bisa mengakibatkan hypertensi, kolesterol tinggi, obesitas dan beragam penyakit lainnya. Apalagi ini makan daging daging manusia sesamanya yang masih hidup. Makanan yang enak dan gurih tidak selalu terjamin bebas dari racun atau zat yang berbahaya bagi tubuh)&lt;br /&gt;Para mufassir diantara ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hathim, dan Al Baihaqi dalam kitab Syu'abul Iman tentang ayat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;wala yaghtab ba'dukum ba'dhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; : Allah telah mengharamkan perilaku ghibah tentang seorang mukmin, sebagaimana DIA mengharamkan bangkai. Ghibah di ibaratkan memakan daging manusia yang telah membangkai karena orang yang menjadi obyek ghibah tidak tahu-menahu kalau dirinya sedang dighibahi. Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan : " Allah menggambarkan Ghibah dengan memakan bangkai (mayat). Bangkai tidak akan mengetahui kalau dagingnya tengah dimakan, sebagaimana halnya orang yang hidup tidak mengetahui kalau dirinya sedang dighibah."&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Abbas : " Allah memberikan perumpamaan semacam ini tentang ghibah karena memakan daging bangkai adalah haram lagi menjijikan. Demikian pula ghibah diharamkan oleh agama, dan menjijikan menurut jiwa. Ghibah banyak terjadi dikalangan kaum muslimin. Dalam keseharian banyak berbinca-bincang, bukan hanya duet, tapi sering dalam kelompok majelis kecil maupun majelis akbar.&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrahman As-Sa'di berkata tentang ayat diatas, " Didalam ayat ini terdapat larangan keras tentang ghibah. Sesungguhnya ghibah termasuk dosa besar, karena Allah ta'ala menyamakan perbuatan tersebut dengan memakan bangkai manusia. Sementara itu memakan bangkai manusia sendiri adalah haram dan termasuk dosa besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu ghibah dijelaskan sendiri oleh Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassalam dalam salah satu hadistnya yang diceritakan oleh Abu Hirairah , bahwa suatu ketika Rasulullah bertanya kepada shahabatnya "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Tahukah kalian tentang ghibah?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;" para shahabat menjawab : Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. "Beliau bersabda : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Engkau bicarakan sesuatu tentang saudaramu yang tidak disukainya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;" ada shahabat yang bertanya : Bagaimana jika saudaraku memang seperti yang saya perbincangkan? Rasul menjawab, "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Jika kondisinya seperti yang kamu perbincangkan, itulah yang disebut ghibah. Jika tidak, berarti kamu telah menuduhnya yang tidak-tidak."&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (ket: Shahih Muslim no 2589, Sunan Abu Dawud no 4874, Sunan At-Tirmidzi no 1934, Musnad Ahmad no 6849, dan Sunan Ad-Darini no 2714)&lt;br /&gt;Imam nawawi berkata : "Ketahuilah ghibah merupakan keburukan yang paling buruk, namun paling banyak di lakukan oleh manusia, dan tidak ada yang bisa selamat darinya kecuali hanya segelintir orang. Ghibah adalah menyebutkan aib seseorang yang jika diketahuinya akan menimbulkan rasa tidak senang. Sama saja apakah aib tersebut ada pada badannya, agamanya, dunianya , jiwanya, fisiknya, perangainya, hartanya, anaknya, orangtuanya, istrinya, pelayannya, budayanya, imamahnya, pakaiannya, gaya berjalannya, gerakan tubuhnya, mimiknya tatkala berseri, cemberut atau aib lainya. Sama saja itu diungkapkan dengan lisan, tulisan atau kode dan isyarat dengan mata, tangan atau kepala dan sebagainya." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Al-Adzkar, hal 315)&lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassalam di mi'rojkan beliau melewati kaum yang memiliki kuku dari tembaga, mereka mencakari wajah dan dada lalu Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassalam bertanya :" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Wahai jibril, siapakah mereka itu?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jibril menjawab :"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan merusak kehormatannya" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(HR Ahmad dan Sunan Abu Dawud, no 4875)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun diantara kita yang mendengan ghibah, maka hendaknya membela orang yagn dighibah dan melakukan pengingkaran semampunya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist, " &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya, maka Allah akan mencegah neraka dari wajahnya di hari kiamat kelak."( Sunan Tirmidzi no 1931)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ka'ab bin Malik &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Radiallahu'anhu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; berkata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt; :"Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassalam menyinggung diriku ketika beliau berada di Tabuk, Beliau berkata : Apa yang dilakukan oleh Ka'ab bin Malik (dirumahnya)? Salah seorang dari Bani Salamah berkata, Wahai Rasulullah, dia tertahan oleh selimut dan selendangnya dan memiliki sifat angkuh; Muadz bin Jabal pun menukas : Alahkah jeleknya ucapanmu! Demi Allah wahai Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;aku ketahui tentang dirinya kecuali kebaikan semata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Rasulullah Sholallahu 'alaihi wassalam pun terdiam." (HR Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-4557683295483686830?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/4557683295483686830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/ghibah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4557683295483686830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/4557683295483686830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/02/ghibah.html' title='ghibah, dosa yang disepelekan I'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LqCd01LIPnY/SsQ-PJ68pNI/AAAAAAAAAEI/Li3Cp-MrEGc/s72-c/basmallah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-5319013202299358884</id><published>2010-01-27T07:33:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T08:24:47.407-08:00</updated><title type='text'>Definisi Zuhud dan Wara'</title><content type='html'>definisi zuhud: menurut bahasa, lafahz &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zahidha fiihi wa 'anhu, zuhdan wa zahaadatan &lt;/span&gt;artinya berpaling dari sesuatu, meninggalkan sesuatu itu karena kehinaannnya atau karena kekesalan kepadanya atau untuk membunuhnya. lafazh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zahuda fi asy-syai'i&lt;/span&gt; artinya tidak membutuhkannya, jika dikatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zahida fi ad-dunyaa&lt;/span&gt; artinya meninggalkan hal-hal yang haram, dari dunia, karena takut hisabnya (perhitungan di akherat kelak ) dan meninggalkan yang haram dari dunia itu karena takut siksaan-Nya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tazahhada&lt;/span&gt; artinya pun menjadi orang zuhud dan ahli ibadah. az-Zahid adalah ahli ibadah. bentuk jama'nya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zuhad wa zuhaad . &lt;/span&gt;lafazh az-Zhaadah fi asy-syai'i kebalikan dari kesenangan kepadanya, ridho kepada yang sedikit dan yang jelas kehalalannya, meninggalkan yang lebih dari itu karena Alloh semata. ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengertian zuhud jika ditilik dari makna kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zahaadah&lt;/span&gt; . makna zuhud secara terminologis, ada bebrapa ulama' yang mengartikan diantaranya Ibnul Jauziy mengatakan ," azzuhud merupakan ungkapan tentang pengalihan keinginan dari sesuatu kepada sesuatu yang lain yang lebih baik darinya. syarat sesuatu yang tidak disukai haruslah berupa sesuatu yang memang tidak disukai dengan pertimbangan tertentu. siapa yang tidak menyukai sesuatu yang bukan termasuk hal yang disenangi dan dicari jiwanya, tidak harus disebut orang zuhud, seperti orang yang tidak makan tanah, yang tidak dapat disebut orang yang zuhud. jadi zuhud itu tidak sekedar meninggalkan harta dan mengeluarkannya degna suka rela, ketika badan kuat dan kecendrungan hati kepadanya, tapi zuhud itu ialah meninggalkan dunia karena didasarkan pengetahuan tentang kehinaan dunia itu jika dibandingkan nilai akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut syaikhul islam Ibnu Taimiyah, " az-Zuhd adalah menghindari sesuatu yang tidak bermanfaat, entah karena memang tidak ada manfaatnya, atau memang karena keaadaannya yang tidak diutamakan, karena ia dapat menghilangkan sesuatu yang lebih bermanfaat, atau dapat mengancam manfaatnya, entah manfaat yang sudah pasti maupun manfaat yang diprediksi. zuhud di dunia merupakan kebodohan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adapun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-wara'&lt;/span&gt; menurut bahasa jika dikatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"wara'a yara'u war'an wa wara'an wa wari'atan."&lt;/span&gt; artinya menjaga dan menghindari dari hal-hal yang diahromkan kemudian digunakan juga untuk perbuatan menahan diri dari hal halal yang mubah. pelakunya disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wari'un wa mutawarri'un&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lafazh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wari'a yaura'u wa yauri'u&lt;/span&gt; artinya menjadi orang yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wara'.  tawarra'a minal-amri&lt;/span&gt; artinya menjauhinya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-wara'&lt;/span&gt; dapat menggerakkan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut pengertian terminologis, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-wara'&lt;/span&gt; artinya menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulka mudharat lalu menyeretnya kepada hal-hal yang haram dan syubhat, karena subhat ini dapat menimbulkan mudharat. sesungguhnya, siapa yang takut kepada syubhat maka dia telah membebaskan kehormatan dan agamanya, dan siapa yang berada dalam syubhat berarti dia berada dalam hal yang haram, seperti penggembala di sekitar tanaman yang dijaga, yang begitu cepat dia masuk ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;fatawaa syaikhul islam, 10/615&lt;br /&gt;lihat al-Qaamuus, 3/96, asaasul-balagaah hal 496&lt;br /&gt;diringkas dari minhajul qaasidin, hal 324&lt;br /&gt;dan qitabul zuhud&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-5319013202299358884?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/5319013202299358884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/zuhud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5319013202299358884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/5319013202299358884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/zuhud.html' title='Definisi Zuhud dan Wara&apos;'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-7202132810999123388</id><published>2010-01-21T08:22:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T08:23:32.900-08:00</updated><title type='text'>cinta dengan ibu kita... karena Alloh</title><content type='html'>Penulis : Abu Ahmad Said Yai, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nina bobo’, o Nina bobo’, kalau tidak bobo’ digigit nyamuk.“ Sedih juga rasanya mendengar kalimat-kalimat itu, mengingatkan kita pada perngorbanan ibu saat membesarkan kita, sewaktu mengandung, melahirkan, menyusui, sampai kita menjadi besar. Kasih sayang ibu masih terasa sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun telah berlalu, semakin banyak orang yang melupakan ibunya, melupakan jasa-jasanya.padahal sudah tak terhitung lagi berapa dosa yang telah diperbuat pada sang ibu. Akan tetapi, ibu selalu sabar, tabah dan mendoakan kebaikan pada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu menyayat di hati, begitu pekak di telinga, begitu menusuk di mata, ketika melihat dengan mata kepala sendiri seorang anak berbicara kasar pada ibunya, memakinya, menghinanya bahkan sampai memukulnya. Inikah yang dinamakan balas budi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فلاتقل لهما اف&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Janganlah kamu katakan pada mereka berdua uf (ah)!”(QS Al-Isra’ :23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ah yang dianggap remeh oleh manusia ternyata telah dinilai suatu kedurhakaan oleh Allah, apalagi sampai memakinya dan memukulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الجنة تحت اقدام الامهات&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Surga di bawah telapak kaki ibu.” Tapi sayang hadits ini sangat lemah (dha’if jiddan).[1] Jika diartikan bahwa dengan berbakti kepada ibu dapat memasukkan orang ke surga, maka hadits di atas memiliki banyak pendukung. Rasulullah r bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رغم انف ثم رغم انف ثم رغم انف من ادرك ابويه عند الكبر احدهما او كلاهما فلم يدخل الجنة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : “Sungguh hina/sungguh rendah/sungguh merugi orang yang hidup bersama orangtuanya yang sudah lanjut usia, salah satu atau kedua-duanya, tapi tidak masuk kedalam surga.” (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Irafah bin Iyas berkata, “Saya melihat Al-Harits Al-Akali di dekat kubur ibunya sedang menangis, kemudian dia ditanya, “Kamu menangis?” Dia menjawab, “Bagaimana tidak, sebuah pintu dari pintu-pintu surga telah ditutup bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad atau berbakti pada orang tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Abdullah bin Mas’ud t berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah r “Amalan apa yang paling dicintai oleh Allah? Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Saya berkata, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti pada kedua orangtua.” Saya bertanya lagi,”Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah lebih mencintai bakti kepada orangtua dibanding seseorang berjihad di jalan Allah sedang orang tuanya membutuhkannya. Hal itu juga dengan tegas dinyatakan oleh Rasulullahh r ketika menolak salah seorang sahabat yang tidak mendapatkan izin dari orangtuanya dan menyuruhnya kembali ke orangtuanya karena di keduanya terdapat jihad. Begitu juga terdapat atsar dari ‘Umar t dan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan cinta pada ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pada sang ibu lebih diutamakan daripada ayah. “Untuk ibu tiga perempat bagian dari kebaikan,” kata Imam Ahmad.[3]hal ini dikarenakan ibu adalah orang yang paling dengan dengan anaknya dan paling banyak mengorbankan waktunya dibandingkan dengan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan tindakan durhaka terjadi pada sang ibu. Ibu adalah seorang wanita dan wanita itu lemah dari segi fisik dan perasaan. Ketika seorang anak sudah merasa besar dan cukup dewasa, bisa saja dia melawan ibunya dengan lisannya atau dengan fisiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis pernah mengunjungi suatu desa. Di desa itu seolah-olah anak laki-laki sudah biasa berkata kasar pada ibunya, membantahnya dan tidak patuh. Akan tetapi,, terhadap ayahnya dia bisa berbicara sopan, patuh dan tunduk. Hati ibu mana yang tidak sakit jika diperlakukan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-jaza’u min jinsil’amal (Balasan itu semisal dengan perbuatan), ini adalah salah satu kaidah di dalam agama kita. Apabila seorang anak durhaka pada orangtuanya, maka dia harus bersiap-siap untuk didurhakai oleh anak-anaknya. “Telah banyak cerita-cerita nyata di antara manusia, siapa yang berbakti pada orangtuanya, maka anak-anaknya juga berbakti padanya. Demikian pula dengan perbuatan durhaka. Seseorang yang durhaka pada orangtuanya, maka anak-anaknya akan mendurhakainya,” kata Syaikh Ibnu Al-’Utsaimin.[4] Maukah kita didurhakai oleh anak-anak kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai detik ini dan seterusnya mari kita menghitung berapa banyak kesalahan yang telah kita perbuat pada kedua orangtua kita terutama pada sang ibu. Entah itu berupa perbuatan, perkataan atau bahkan ejekan kita di dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taat kepada orangtua merupakan ketaatan pada Allah ta’ala. Sudah semestinya kita membahagiakan hati mereka dan tidak melukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Al-Munkadir berkata,”Saya pernah semalaman memijat-mijat kaki ibuku sedangkan pamanku mengisi malamnya dengan shalat.Tapi malamnya itu tidak sesenang malamku (bersama ibuku-pent).”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adz-dzahaby menceritakan tentang Ibnu ‘Aun,”Suatu saat ibunya memanggil, dan dia pun menyahut panggilan itu. Akan tetapi, suaranya lebih keras dari suara ibunya maka dia pun memerdekakan dua orang budaknya.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis terkesan setelah mendengar cerita dari seorang teman (guru TPA), dia mengisi kajian anak-anak TPA di suatu desa tentang wajibnya berbakti pada orangtua. Setelah kajian anak-anak TPA itu kembali ke rumahnya masing-masing dan dengan segera menjabat tangan orangtuanya dan meminta maaf pada keduanya. Mereka itu adalah anak-anak yang notabene belum dibebani hekum syar’i (gairu mukallaf), bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jangan sampai air susu dibalas dengan air tuba. Na’udzu billahi mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رب اغففرلي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jalansemut.wordpress.com/2010/01/14/ada-apa-dengan-cinta-pada-sang-ibu/#more-495" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://jalansemut.wordpress.com/2010/01/14/ada-apa-dengan-cinta-pada-sang-ibu/#more-495&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-7202132810999123388?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/7202132810999123388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/cinta-dengan-ibu-kita-karena-alloh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/7202132810999123388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/7202132810999123388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/cinta-dengan-ibu-kita-karena-alloh.html' title='cinta dengan ibu kita... karena Alloh'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-1265904447544598894</id><published>2010-01-21T08:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T08:20:28.089-08:00</updated><title type='text'>HUKUM SYAR'I BISNIS MULTI LEVEL MARKETING [MLM]</title><content type='html'>HUKUM SYAR'I BISNIS MULTI LEVEL MARKETING [MLM]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied Al-Hilali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pertanyaan seputar bisnis yang banyak diminati oleh khalayak ramai. Yang secara umum gambarannya adalah mengikuti program piramida dalam system pemasaran, dengan setiap anggota harus mencari anggota-anggota baru dan demikian terus selanjutnya. Setiap anggota membayar uang pada perusahaan dengan jumlah tertentu dengan iming-iming dapat bonus, semakin banyak anggota dan semakin banyak memasarkan produknya maka akan semakin banyak bonus yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kebanyakan anggota Multi Level Marketing [MLM] ikut bergabung dengan perusahaan tersebut adalah karena adanya iming-iming bonus tersebut dengan harapan agar cepat kaya dengan waktu yang sesingkat mungkin dan bukan karena dia membutuhkan produknya. Bisnis model ini adalah perjudian murni, karena beberapa sebab berikut ini, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Sebenarnya anggota Multi Level Marketing [MLM] ini tidak menginginkan produknya, akan tetapi tujuan utama mereka adalah penghasilan dan kekayaan yang banyak lagi cepat yan akan diperoleh setiap anggota hanya dengan membayar sedikit uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Harga produk yang dibeli sebenarnya tidak sampai 30% dari uang yang dibayarkan pada perusahaan Multi Level Marketing [MLM].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Bahwa produk ini biasa dipindahkan oleh semua orang dengan biaya yang sangat ringan, dengan cara mengakses dari situs perusahaan Multi Level Marketing [MLM] ini di jaringan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Bahwa perusahaan meminta para anggotanya untuk memperbaharui keanggotaannya setiap tahun dengan diiming-imingi berbagai program baru yang akan diberikan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Tujuan perusahaan adalah membangun jaringan personil secara estafet dan berkesinambungan. Yang mana ini akan menguntungkan anggota yang berada pada level atas (Up Line) sedangkan level bawah (Down Line) selalu memberikan nilai point pada yang berada di level atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ini semua, maka system bisnis semacam ini tidak diragukan lagi keharamannya, karena beberapa sebab yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Ini adalah penipuan dan manipulasi terhadap anggota&lt;br /&gt;[2]. Produk Multi Level Marketing [MLM] ini bukanlah tujuan yang sebenarnya. Produk itu hanya bertujuan untuk mendapatkan izin dalam undang-undang dan hukum syar'i.&lt;br /&gt;[3]. Banyak dari kalangan pakar ekonomi dunia sampai pun orang-orang non muslim meyakini bahwa jaringan piramida ini adalah sebuah permainan dan penipuan, oleh karena itu mereka melarangnya karena bisa membahayakan perekonomian nasional baik bagi kalangan individu maupun bagi masyarakat umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ini semua, tatkala kita mengetahui bahwa hukum syar'i didasarkan pada maksud dan hakekatnya serta bukan sekedar polesan lainnya. Maka perubahan nama sesuatu yang haram akan semakin menambah bahayanya karena hal ini berarti terjadi penipuan pada Allah dan RasulNya [1], oleh karena itu system bisnis semacam ini adalah haram dalam pandangan syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang bertanya : Bahwasanya bisnis ini bermanfaat bagi sebagian orang. Jawabnya ; Adanya manfaat pada sebagian orang tidak bisa menghilangkan keharamannya, sebagaimana di firmankan oleh Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah : Pada hakekatnya itu terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya [Al-Baqarah : 219]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala bahaya dari khamr dan perjudian itu lebih banyak daripada menfaatnya, maka keduanya dengan sangat tegas diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Multi Level Marketing [MLM] ini adalah alat untuk memancing orang-orang yang sedang mimpi di siang bolong menjadi jutawan. Bisnis ini adalah memakan harta manusia dengan cara yang bathil, juga merupakan bentuk spekulasi. Dan spekulasi adalah bentuk perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari situs www.alhelaly.com&lt;br /&gt;dari: pengusahamuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-1265904447544598894?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/1265904447544598894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/hukum-syari-bisnis-multi-level.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/1265904447544598894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/1265904447544598894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/hukum-syari-bisnis-multi-level.html' title='HUKUM SYAR&apos;I BISNIS MULTI LEVEL MARKETING [MLM]'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-2741373098710171329</id><published>2010-01-21T08:01:00.000-08:00</published><updated>2010-01-21T08:16:34.225-08:00</updated><title type='text'>informasi</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim.&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada informasi untuk antum semua, bagi ikhwah yang ingin mengetahui manhaj Salaf lebih dalam, ana informasikan didalam pesan ini beberapa grup yang insya Allah berkaitan dengan perkembangan dan informasi dakwah yang mengikuti manhaj ahlus sunnah wal jama'ah yang semoga  berkembang terus di Indonesia sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum bisa bergabung dengan grup-grup dibawah ini, insya Allah grup-grup ini berfaedah bagi antum semua jika ikut bergabung didalamnya, karena grup-grup ini cukup aktif menyiarkan berbagai materi dakwah yang shahih berlandaskan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang diambil dari website bermanhaj Salaf dan tulisan-tulisan hasil asatidz Salafy. Juga insya Allah berfaedah karena grup itu memberitahukan berbagai informasi berkaitan dengan jadwal kajian Salafy di Indonesia. dan bila ada perbedaan sedikit diantara pembuat grup, harap maklum, mari kita cari persamaannya dan mari kita selalu saling sayang menyayangi sesama ahluss sunnah, dan tidak saling caci mencaci yang dapat merugikan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRUP SALAFY di FACEBOOK:&lt;br /&gt;Kajian "Ahlus Sunnah wal Jama'ah": &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=82491164648" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=82491164648&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Darussalaf.or.id: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=184231992846" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=184231992846&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jejak Salaf: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=253805891526" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=253805891526&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belajar Salaf: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=81817592740" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=81817592740&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Riung Sunda: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=250608123666" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=250608123666&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dakwah Sunnah: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=110510902502" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=110510902502&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pecinta Syaikh Bin Baz, Al Utsaimin dan Al Albani rahimahumullah: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=192178351826" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=192178351826&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sunny Salafy: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=99051107602" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=99051107602&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersatu Membela Manhaj Salaf: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=139141416610" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=139141416610&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Pemudi Bermanhaj Salaf: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=200141418563" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=200141418563&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Salafy Lebih Dalam: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=215432945125" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=215432945125&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salafy Ahlus Sunnah wal Jama'ah: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=80383792636" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=80383792636&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRUP INFORMASI KAJIAN SALAF:&lt;br /&gt;Jadwal Kajian Salaf Indonesia: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=185893340347" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=185893340347&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRUP RADIO MUSLIM JOGJA: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=236615070064" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=236615070064&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRUP RADIO RODJA: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=33626043242" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=33626043242&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRUP PENERBIT &amp;amp; TOKO BERMANHAJ SALAF:&lt;br /&gt;Penerbit At Tibyan - Solo: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=118405684813" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=118405684813&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Toko Ihya' Yogyakarta: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=185208427776" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=185208427776&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asy Syari'ah: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=121077366211" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=121077366211&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pustaka Imam Asy Syafi'i: &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=110921264503" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=110921264503&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USTADZ SALAF:&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=97354776595" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.facebook.com/group.php?gid=97354776595&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan :&lt;br /&gt;www.muslim.or.id&lt;br /&gt;blog kajian Jama'ah Shalahuddin, masjid kampus UGM : kajian maskam.blogspot.com&lt;br /&gt;Dar el iman : www.dareliman.com&lt;br /&gt;-belajarislam.com&lt;br /&gt;-wahdah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara beberapa grup rekomendasi ini bisa antum bergabung didalamnya, atau mungkin semuanya. Insya Allah bermanfaat sebagai wasilah dakwah yang shahih. Sebenarnya masih banyak lagi, tapi yang ana dapat beberapa diantaranya seperti link diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat informasi yang sudah diberikan ini.&lt;br /&gt;Juga ana merekomendasikan antum untuk mengundang lebih banyak lagi orang dalam grup ini.&lt;br /&gt;semoga kita diberi hidayah, untuk mengilmui mengamalkan Al-Qur'an dan sunnah, mengikuti pemahaman ahlus sunnah wal jama'ah nya para salafush shalih.&lt;br /&gt;demikian bila ada kesalahan ataupun perkara yang tidak sependapat dengan antum semua, mohon dimaafkan, dan semoga Alloh mengampuni kita.&lt;br /&gt;Jazakallahu khaeron katsiro.&lt;br /&gt;wasolallohu 'ala nabiyyina muhammadin wa'ala alihi washohbihi wasallim.&lt;br /&gt;salamu'alaikum warahmatullah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-2741373098710171329?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/2741373098710171329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/2741373098710171329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/2741373098710171329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/informasi.html' title='informasi'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4705210904177802015.post-8951339295437805637</id><published>2010-01-10T06:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-10T06:25:00.042-08:00</updated><title type='text'>ISLAM YES PLURALISME NO….</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;ISLAM YES PLURALISME NO….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Oh pluralisme kok kamu ngak ikut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mati skalian,memang kerukunan antar umat beda agama itu boleh-boleh saja dalam hal bermuamalah urusan dunia, Nabi pernah bermasyarakat dengan orang-orang yang non muslim dengan pergaulan yang baik. tapi untuk urusan peribadahan kita harus beda, bukankah Allah berfirman dalam sebuah surat di Al-Quran yg hampir mayoritas kaum muslimin hafal, apalagi para kiyai/imam masjid yaitu Qur’an Surat Al_Kafirun yg artinya “&lt;i style=""&gt;katakanlah hai orang-orang kafir!aku tidak akan menyembah apa yg kamu sembah,dan kamu bukan penyenbah apa yg aku senbah,dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yg kamu sembah,dan kamu tidak pernah (pula)menjadi penyembah apa yg aku sembah.untukmu agamamu untuk ku agama ku&lt;/i&gt;”.Dalam berdo’a bukankah kita bisa berdo’a sendiri dengan cara yang di tuntunkan oleh rasullulah muhamad salallohu alaihi wasalam dan yang diajarkan oleh para ulama’. tapi realitanya ada diantara kaum muslimin ada yang mengadakan acara do’a bersama (katanya mendo’akan orang yg sudah mati),dengan bersama-sama mengikut sertakan orang-orang kafir + musrik (tidak beragama islam) dengan alasan persaudaraan lintas iman alias campur baurnya antara iman kepada Allah &amp;amp; iman kepada selain Allah, yang berupa Thaghut. Kalau yang muslim niatnya mengirim pahala, tapi kalau ada orang kafir yang di acara itu juga dipersilahkan berdoa kepada tuhan yang diyakininya, maka sama saja dengan dia itu mentranfer dosa (pluralisme) ke mayit yang dido’akan dan dosa si Muslim yang memfasilitasi (jadi panitia) atau menyetujui do’a bersama tersebut. acara seperti ini otomatis menganggap cara ibadah orang kafir+aliran kepercayaan kemusyrikan dianggap sah-sah saja,sedangkan ini adalah kemungkaran, karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maupun dari para pengikutnya yang shalih. Acara doa bersama dalam waktu dan majlis yang sama antara tokoh muslim dengan mengikut sertakan orang yang tidak seagama (se-keyakinan) dengan kita adalah kemungkaran. Maka mari wahai saudaraku yang berilmu ataupun yang masih sehat hatinya, kita ingkari dengan kesemampuan kita masing-masing, baik dengan tangan/kekuasaan kalau tidak mampu, ya.. dengan lisan/tulisan.kalaupun juga belum mampu minimal mengingkari dengan hati, tidak setuju dengan kemungkaran tersebut. Dan kita do’akan semoga kita semua kaum muslimin kembali mengamalkan Al-Quran dan sunnah,secara baik dan benar)! &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Setiap insan pasti akan meninggalkan dunia. Banyak orang percaya akan hal ini, maka bagi yang masih hidup seharusnya mengambil pelajaran dari orang yang sudah meninggal dunia. Dengan meneruskan setiap amal shalih yang dituntunkan oleh Rasulullah dan para Salafus Shalih. Setiap insan yang meninggal dunia ketika masa hidupnya umumnya punya potensi sifat lupa dan khilaf. bila sudah mati maka bagi yang masih hidup seharusnya menutupi aibnya, tidak malah meneruskan kesesatannya… wahai saudaraku janganlah meniru keburukan orang lain, tapi tirulah yang baik-baik saja. Bila kita meniru kebaikan orang lain dan menyebarluaskannya maka kita akan mendapatkan pahala, demikian juga orang yang kita tiru kebaikannya akan juga mendapatkan fotocopian pahala seperti kita. Tapi sebaliknya bila kita mengadopsi keburukan orang lain apalagi menganggap baik keburukan itu dan berniat menyebarluaskannya, maka kita akan mendapatkan dosa. demikian juga sama halnya dengan kita mentrasfer dosa ke catatan keburukan orang itu, kita khawatir dengan dosa tersebut menjadi Azab di dunia maupun di Akhirat. Naudzubillahi min dzalik..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Maka sebaik-baik orang yang seharusnya kita contoh adalah Rasulullah dan para Salafusshalih yang jelas-jelas mereka ridho dan diridhoi Allah Taala.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;insyaAllah bersambung…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Bagi yang mau menambahkan data atau kritik dan saran yang kontruktif silahkan kirimkan ke alamat email kami …&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;atmaulana@gmail.com&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;aTmaulana.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;(08174120789)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4705210904177802015-8951339295437805637?l=atmaulana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atmaulana.blogspot.com/feeds/8951339295437805637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/islam-yes-pluralisme-no.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/8951339295437805637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4705210904177802015/posts/default/8951339295437805637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atmaulana.blogspot.com/2010/01/islam-yes-pluralisme-no.html' title='ISLAM YES PLURALISME NO….'/><author><name>kajianmaskam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06918988150628888373</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
